AS Ingatkan Hotel di Indonesia Bisa Jadi Target Terorisme
Rabu, 08 Sep 2004 11:25 WIB
Jakarta - Hotel-hotel Barat merupakan potensial target serangan teroris di Indonesia menjelang peringatan peristiwa hitam 11 September 2001. Demikian disampaikan pemerintah Amerika Serikat dalam peringatan perjalanan yang dirilis hari Selasa (7/9/2004) waktu setempat atau Rabu (8/9/2004) WIB.Untuk itu pemerintah AS mengimbau seluruh warga negaranya agar menunda kunjungan yang tidak penting ke Indonesia. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/9/2004).Dalam travel warning-nya, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengingatkan warga negara AS akan "masalah keamanan menyangkut hotel-hotel yang diidentifikasi sebagai simbol Barat."Deplu AS menyatakan bahwa pemerintah Washington terus menerima informasi bahwa kelompok Jemaah Islamiyah atau JI dan kelompok ekstrim lainnya mungkin tengah merencanakan serangan terhadap Amerika atau kepentingan Barat di Indonesia. Deplu mengimbau warga AS untuk terus meningkatkan kewaspadaan, tidak menarik perhatian, menghindari kerumunan orang dan aksi-aksi demonstrasi serta terus mengikuti perkembangan peristiwa-peristiwa terkini di Indonesia.Dan karena pengamanan di fasilitas-fasilitas resmi AS telah ditingkatkan, ada kemungkinan para teroris akan mencari target-target yang lebih lunak, termasuk mal, kelab malam, restoran, tempat ibadah dan sekolah.Demikian Deplu dalam travel warning yang diperbarui menyusul imbauan serupa yang dikeluarkan tiga bulan lalu. Peringatan perjalanan ini dikeluarkan menjelang peringatan tiga tahun tragedi 11 September yang menewaskan hampir 3 ribu orang di AS.Deplu juga mengingatkan bahwa JI dan kelompok militan lainnya mungkin memanfaatkan momen pemilihan presiden RI 20 September mendatang sebagai kesempatan untuk melakukan serangan. "Kekerasan terkait pemilihan adalah mungkin. Warga AS harus menghindari demonstrasi dan pertemuan-pertemuan besar, yang bisa berubah menjadi kekerasan," demikian statemen Deplu.
(ita/)











































