"Beliau merapat ke Nasdem, saya rasa itu bagus dan pas, tentunya harus mendapat restu SP dan HT. Nasdem itu identik dengan SP dan HT yang telah menjadi sorotan publik dalam membesarkan NasDem," kata Wakil Sekretaris FPD DPR, Achsanul Qosasi, kepada detikcom, Senin (1/10/2012).
Di mata Achsanul, Endriartono sebenarnya adalah tokoh alternatif yang mumpuni. Namun perlu lebih memperbaiki diri dalam komunikasi politiknya.
"Endriartono sebagai tokoh alternatif sih boleh juga. Cuma beliau harus mulai arif menyikapi wacana kebangsaan. Pak Endriarto itu seringkali berlebihan dalam menyikapi dan mengkritisi pemimpin. Setahu saya rakyat kurang menyukai tokoh yang terlalu frontal terhadap lawan politik. Pak Endriartono harus memperbaiki cara komunikasi politik tersebut," katanya.
Partai Demokrat menyambut positif manuver Endriartono. Menurut Achsanul, persaingan politik memang harus dihadapi secara ksatria melalui kerja politik guna mendapat simpati rakyat.
"Partai Demokrat punya cara sendiri dalam mengusung tokoh, kita terbiasa dengan sistem yang ada, dengan tetap mengedepankan kehendak dan pilihan rakyat yang bisa meneruskan estafet kepemimpinan Pak SBY. Indonesia tidak akan kehabisan calon yang akan menjadi tokoh bangsa," tandasnya.
(van/nrl)











































