Polda Metro Bangun Gedung Densus 88 Setinggi 23 Lantai

Polda Metro Bangun Gedung Densus 88 Setinggi 23 Lantai

- detikNews
Rabu, 08 Sep 2004 11:00 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya akan membangun Gedung Detasemen Khusus 88 Antiteror setinggi 23 lantai. Pembangunan Gedung Densus 88 dan beberapa proyek lainnya menelan dana Rp 660,1 miliar.Acara syukuran dimulainya pembangunan Gedung Densus 88 ini digelar oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Rabu (8/9/2004) pagi. Acara ini dihadiri para kapolres se-Polda Metro dan anggota Densus 88.Menurut Kepala Biro Logistik Polda Metro Jaya Kombes Pol Bambang Kuncoko, dalam laporannya di hadapan Kapolda dan peserta acara syukuran, pembangunan gedung Densus 88 akan menelan dana Rp 660,1 miliar.Dana tersebut juga untuk pembangunan fasilitas penunjang di Polda Metro seperti lahan parkir, pembangunan jalan di kompleks Mapolda, serta pembangunan rumah dinas untuk anggota Brimob dan Polres.Rumah dinas yang akan dibangun adalah rumah dinas Detasemen D satuan brimob di Cikarang; pembangunan rumah dinas Densus 88 di Petamburan, Jakarta Pusat; pembangunan rumah dinas Polres Jakarta Barat dan Polsek Soekarno-Hatta; serta pembangunan rumah dinas anggota Detasemen C Brimob di Pamulang.Kapolda, dalam sambutannya menjelaskan peresmian pembangunan Gedung Densus 88 akan dilakukan Kapolri dua pekan lagi. Selain membangun Gedung Densus 88 dan rumah-rumah dinas juga akan dibangun Balai Pertemuan Polda Metro yang akan mampu menampung sekitar 3.000 sampai 3.500 orang.Kapolda juga menjelaskan rehabilitasi gedung utama Polda Metro sudah dimulai dan diperkirakan selesai bulan Nopember tahun ini. Namun tidak dijelaskan apakah pendanaannya juga berasal dari anggaran sebesar Rp 660,1 miliar.Sementara dari rilis profil proyek gedung Densus 88 disebutkan gedung ini memiliki 23 lantai dengan luas pembangunan sekitar 35.150 meter persegi. Pembangunan gedung diperkirakan memakan waktu 18 bulan dengan pelaksana kontraktor PT Hutama Karya.Ditemui wartawan usai acara, Kapolda menyatakan belum bisa mengumumkan sumber dana untuk pembangunan gedung Densus 88 dan rumah-rumah dinas sebab pembangunan belum diresmikan.Tapi, menurut Kapolda, dana-dana yang kecil merupakan bantuan dari masyarakat. Misalnya dana untuk pembangunan masjid. Tapi tidak disebutkan siapa yang menyumbang. "Kalau yang menyumbang masjid, suka disebut atau nggak?" ujar Kapolda. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads