Buyung mengenakan kemeja cokelat bergaris-garis tiba sendirian di SMA 70, Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012). Kebetulan seusai upacara bendera, para guru dan murid masih berkumpul di lapangan upacara untuk acara sambutan-sambutan.
"Inilah ayahanda Fitrah," ucap seorang guru yang menjadi MC, membawa maju Buyung ke podium. Tidak ada kata yang diucapkan pria tersebut. Bahkan tak pandangan yang dilempar untuk para siswa dan guru. Matanya sibuk menatap lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Buyung tidak bisa mengatakan sepatah katapun, padahal di dadanya banyak bergejolak kata-kata yang ingin disampaikan. Masa depan kalian masih panjang, jangan kecewakan orang tua kalian, guru kalian, dan diri kalian sendiri," ucap sang MC.
Hanya sekitar 2 menit Buyung berdiri di podium. Tak lama, dia duduk di kursi yang disiapkan di lapangan. Tampak pula Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, duduk di kursi-kursi tersebut.
Doyok ditangkap atas tewasnya Alawy dalam aksi tawuran yang terjadi di Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/9) lalu. Pelajar SMAN 70 itu dijerat Pasal 170 (2) KUHP tentang pengeroyokan jo Pasal 351 (3) KUHP tentang penganiayaan jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
(vit/nwk)











































