Penumpang Keluhkan Kenaikan Tarif KRL Commuter Line

Penumpang Keluhkan Kenaikan Tarif KRL Commuter Line

- detikNews
Senin, 01 Okt 2012 08:51 WIB
Penumpang Keluhkan Kenaikan Tarif KRL Commuter Line
Jakarta - PT (Kereta Api Indonesia) KAI, pada hari ini resmi menaikkan tarif sebesar Rp 2.000. Akibat kenaikan tarif, penumpang setia KRL merasa dirugikan. Karena selama ini fasilitas yang diberikan PT KAI belum maksimal.

"Jadi nggak masalah asal fasilitas ditingkatkan lagi. Harapan saya tidak ada lagi keterlambatan kereta. Dulu sempat ada beberapa kali keterlambatan, kalau saya yang dari Depok kan ada kereta balik jadi lebih gampang. Cuma kalau pulangnya dari Tebet, kereta telat jadi cukup menghambat," ujar salah seorang pengguna kereta jurusan Depok-Tebet, Yusuf, saat diwawancarai detikcom di Stasiun Depok Lama, Senin (1/10/2012).

Hal senada juga diucapkan oleh salah seorang penumpang yang tiap hari menggunakan jasa KRL dari Depok menuju Kalibata bernama Nia. Menurutnya pihak KRL belum memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelayanannya kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan kenaikan harga. Keretanya kadang terlalu penuh dan tidak manusiawi, kita mau turun saja sampai desak-desakan. Dengan keadaan sekarang kenaikan ini kurang setuju," ujarnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di hari pertama kenaikan tarif ini, kepolisian berjaga-jaga di sekitar loket tiket Stasiun Depok Lama.

"Jadi kita antisipasi saja. Kita dari jam 5 di sini, nanti akan dijaga sampai tanggal 3 Oktober, dimulai sejak tanggal 27 September," tutur petugas kepolisian, Bripda FX Ramon, saat ditemui detikcom di Stasiun Depok Lama.

Ramon menambahkan khusus di stasiun Depok Lama, personel polisi yang diturunkan atas permintaan PT KAI berjumlah 20 anggota. Personel tersebut berasal dari Polres Depok.

(ndu/vta)


Berita Terkait