"Ada yang berbeda hari ini di stasiun Bogor. Penjagaan di depan loket bertambah banyak," ujar Rahajeng, salah seorang pengguna KRL jurusan Bogor ketika dihubungi, Senin (1/9/2012).
Menurut Rahajeng, jika pada hari biasanya petugas yang memeriksa tiket hanya berjumlah dua orang saja, kali ini bertambah menjadi enam orang. Namun petugas tambahan ini, tidak melakukan pemeriksaan, melainkan lebih pada pengawalan kepada petugas yang melubangi tiket saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari Senin (1/10/2012) tarif KRL resmi naik. Keputusan ini diambil PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) selaku operator KRL Commuter Line meski telah mendapat pertentangan dari para pengguna KRL.
Kepala Humas PT Kereta API Indonesia (KAI) Daerah Operasional (DAOP) I, Mateta Rizalulhaq mengatakan, hanya KRL non subsidi saja yang naik sedangkan KRL Ekonomi tidak ada kenaikan.
“KRL Commuter saja yang naik sebesar Rp 2000 sedangkan KRL Ekonomi tetap,” ujar Mateta ketika dihubungi, Minggu (30/9/2012) malam.
Menurut Rizalulhaq, kenaikan harga ini berlaku untuk semua KRL Commuter Line wilayah Jabodetabek. Berikut tarif baru tersebut:
- Rp 9.000,- untuk relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit
(fjp/ndu)










































