Penyebab Kecelakaan Pesawat Bravo di Bandung Masih Diselidiki

Penyebab Kecelakaan Pesawat Bravo di Bandung Masih Diselidiki

- detikNews
Senin, 01 Okt 2012 00:14 WIB
Bandung - Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono enggan berspekulasi terkait penyebab kecelakaan pesawat Bravo AS 202 yang menewaskan Norman Togar Lubis dan Toni Hartono. Ia memilih menunggu hasil penyelidikan.

"Saya enggak bisa menduga-duga. anti salah menyampaikan," kata Umar di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Minggu (30/9/2012).

Sejauh ini, hasil penyelidikan tim Mabes AU dan FASI belum menemukan titik terang mengenai penyebab jatuhnya pesawat Bravo AS 202. "Jadi nanti kita tunggu hasil penyelidikan saja," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disinggung durasi waktu penyelidikan, Umar menyebut tidak bisa diprediksi dan kemungkinan dapat berlangsung lama. "Waktu (penyelidikan) tidak terbatas. Karena memang untuk mengumpulkan data-data yang ada perlu waktu, tidak bisa cepat," cetusnya.

Umar menambahkan, penyelidikan melibatkan berbagai instansi militer hingga sipil. "Tapi tentu yang melakukan penyelidikan orang yang kompeten dalam penyelidikan pesawat, punya kualifikasi tertentu," jelas Umar.

Sebuah pesawat jenis Bravo AS 202 bernomor registrasi LM 2003 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh dan menabrak bangunan di luar Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (29/9/2012), sekitar pukul 11.42 WIB. Pilot pesawat Bravo 202 Marsekal Pertama (Purn) Norman T Lubis, dan Kopilot Letkol (Purn) Toni Hartono, tewas di lokasi kejadian.




(ors/fjp)


Berita Terkait