"Saya enggak bisa menduga-duga. anti salah menyampaikan," kata Umar di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Minggu (30/9/2012).
Sejauh ini, hasil penyelidikan tim Mabes AU dan FASI belum menemukan titik terang mengenai penyebab jatuhnya pesawat Bravo AS 202. "Jadi nanti kita tunggu hasil penyelidikan saja," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar menambahkan, penyelidikan melibatkan berbagai instansi militer hingga sipil. "Tapi tentu yang melakukan penyelidikan orang yang kompeten dalam penyelidikan pesawat, punya kualifikasi tertentu," jelas Umar.
Sebuah pesawat jenis Bravo AS 202 bernomor registrasi LM 2003 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh dan menabrak bangunan di luar Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (29/9/2012), sekitar pukul 11.42 WIB. Pilot pesawat Bravo 202 Marsekal Pertama (Purn) Norman T Lubis, dan Kopilot Letkol (Purn) Toni Hartono, tewas di lokasi kejadian.
(ors/fjp)










































