4 Anak Tergulung Ombak Pantai Pandansimo Bantul

4 Anak Tergulung Ombak Pantai Pandansimo Bantul

- detikNews
Minggu, 30 Sep 2012 22:01 WIB
Bantul, - Empat bocah tergulung gelombang laut selatan saat berwisata di Pantai Pandansimo Baru desa Poncosari kecamatan Srandakan Bantul DIY. Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (30/9/2012) siang itu dua anak berhasil diselamatkan sementara satu anak ditemukan tewas dan seorang lainnya hilang.

Dua anak yang berhasil diselamatkan dari peristiwa maut itu masing-masing Dita Setiawan (13) dan Firdaus (13). Keduanya adalah warga dusun Bendan desa Tirtomartani kecamatan Kalasan Sleman. Sedangkan satu korban meninggal adalah Ivan Jamitri siswa Kelas III SD Kanisius Ekperimantal Mangunan Kalitirto Berbah kabupaten Sleman.

"Usai dilakukan identifikasi oleh Polres Bantul, Ivan Jamitri langsung diantar kerumah duka di Kalasan. Tapi masih ada satu yang belum ditemukan yakni Niki Prihatin (13) warga Kalasan juga", kata Koordinator Wilayah IV Pantai Samas Pandansimo Subardi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Subardi menyatakan peristiwa bermula saat rombongan tiba di pantai Pandansimo Baru sekitar pukul 11.WIB. Sejumlah anak-anak yang turut dalam rombongan selanjutnya bermain air di bibir pantai. Tiba-tiba saja datang ombak besar dan menyeret anak-anak hingga ke tengah.

"Saat itu memang ombak sedang pasang jadi mereka langsung terbawa ketengah. Untung saja ada nelayan (pantai) Depok yang sedang melaut di sekitar situ dan melakukan pertolongan. Tapi karena hanya 2 perahu sementara korban terpencar, hanya dua yang bisa diselamatkan", terang Subardi.

Meski keempat anak yang terseret ombak berasal dari Kalasan Sleman namun Ivan Jamitri yang ditemukan tewas tidak datang dalam satu rombongan. Menurut Sabar Muryanto (44) salah satu warga Bendan, saat rombongan tiba sudah banyak anak-anak yang bermain ditepian pantai.

"Kalau yang meninggal itu (Ivan) bukan dari rombongan kami. Kalau rombongan Bendan tiba disini baru sekitar 10-15 menit dan anak-anak rombongan kami langsung ikut bermain di air bersama anak-anak lain. Saya sendiri tidak tahu bagaimana itu terjadi karena tiba-tiba orang-orang berteriak ada yang terseret ombak", kata Sabar.

Hingga Minggu sore proses pencarian korban Niki Prihatin masih terus dilakukan dengan menyusuri bibir pantai. Tim SAR tidak bisa melakukan penyisiran ketenga laut karena terkendala gelobang pasang.

(fjp/ndu)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads