Bangkai Kapal Kargo Indonesia 'Tri Ardhiant' Ditemukan

Bangkai Kapal Kargo Indonesia 'Tri Ardhiant' Ditemukan

- detikNews
Rabu, 08 Sep 2004 07:23 WIB
Jepang - Sebuah kapal kargo "Tri Ardhiant" asal Indonesia dikabarkan karam di perairan Laut Setonai, Jepang karena tersapu gelombang topan badai. Bangkai bagian kepala kapal ditemukan di sebuah pulau kecil berjarak kira-kira 100 meter dari Pulau Kasado di wilayah Yamaguchi Prefecture. Sebanyak 3 orang awak kapal ditemukan tewas, 19 orang lainnya belum dipastikan nasibnya. Demikian disampaikan Agus Prayitno, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang pada detikcom, Rabu (8/9/2004). Agus, mengutip Asahi News, mengatakan kapal tersebut dilaporkan memiliki awak kapak sebanyak 22 orang. Hingga berita ini diturunkan, baru ditemukan 3 orang yang sudah dalam keadaan sudah tidak bernyawa di sekitar tempat kejadian. Ketiga jenazah WNI yang belum bisa diidentifikasi tersebut diangkut oleh polisi setempat ke rumah sakit terdekat. Kabarnya tim SAR juga telah dikerahkan untuk mencari awak kapal yang belum diketahui nasibnya.Seperti diketahui, sejak kemarin topan badai berkekuatan besar kembali menerjang wilayah Jepang. Terakhir kali badai berkekuatan yang sama melintasi wilayah Jepang seminggu yang lalu. Seperti badai minggu lalu, kali ini badai juga mendatangkan petaka di wilayah yang dilaluinya seperti hancurnya berbagai sarana dan bangunan, banjir bandang, hingga korban jiwa yang sebagian besar manula. Selain kapal kargo dari Indonesia, kapal dari Rusia, Vietnam dan Kamboja juga dikabarkan mengalami nasib yang sama walaupun sebagian besar awaknya berhasil diselamatkan. Di pelabuhan Hiroshima, kapal kargo berbendera kamboja berawak warga Rusia 1 meninggal 6 orang hilang. Sebenarnya sinyal SOS yang dikirim dari kapal "Tri Ardhiant" telah ditangkap oleh pusat pengendali komunikasi perairan Setonai wilayah barat sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Namun akibat badai yang diiringi dengan tingginya gelombang laut di sekitar wilayah perairan tersebut, upaya penyelamatan dengan kapal patroli perairan mengalami kegagalan.Sedangkan Muhamad Thohar Arifin dari Dept. Of Neurosurgery Graduate School of Biomedical Science, Hiroshima University, Japan, mengatakan bahwa topan badai kali ini mengakibatkan kerusakan yang serius, 100 ribu orang dievakuasi dari 11 provinsi, 8 orang Jepang meninggal dan 580 orang terluka. Sebanyak 19 rumah hancur, 47 rusak berat dan 1,8 juta rumah blackout atau tanpa listrik. Badai tahun ini merupakan badai yang sama dahsyatnya seperti badai yang menyerang Jepang tahun 1951.Sinkansen, kereta, bus dan pesawat tidak beroperasi. Hiroshima Nishi Airport tergenang banjir, dan pesawat yang tersimpan di hanggar tampak terapung-apung. Di Hiroshima, ada pohon yang tidak rusak karena bom atom, tapi hari ini tumbang diterjang topan no 18.Thohar mengatakan bahwa badai topan no 18 menghajar Jepang Barat dengan tekanan di pusat 955 hecto pascal, kecepatan pergerakan 70km/jam dan menimbulkan pusaran angin dengan kecepatan 50-60 meter perdetik, atau kecepatan angin yang ditimbulkan sama dengan kecepatan sinkansen 200-250 km per jam. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads