Baru 9 Hari di Madinah, Koper Jamaah Mulai Gendut

Laporan dari Arab Saudi

Baru 9 Hari di Madinah, Koper Jamaah Mulai Gendut

Bagus Kurniawan - detikNews
Minggu, 30 Sep 2012 14:48 WIB
Baru 9 Hari di Madinah, Koper Jamaah Mulai Gendut
Kru bus mengatur barang bawaan jamaah Indonesia (bagus kurniawan/detikcom)
Madinah - Jamaah haji Indonesia gelombang pertama telah berada di Madinah selama 9 hari. Mereka melaksanakan salat di Masjid Nabawi dan ziarah di berbagai tempat.

Setelah 9 hari di Madinah, hari ini, Minggu (30/9/2012), mereka melanjutkan perjalanan menuju Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah hingga puncak haji saat wukuf di Arafah. Saat menuju Mekkah, jamaah sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari pemondokan. Mereka akan tinggal selama 29 hari di Mekkah dan setelah itu menuju Jeddah untuk kembali ke tanah air.

Selama di Madinah, banyak jamaah haji Indonesia yang mulai berbelanja baik untuk bekal selama tinggal di Mekkah maupun oleh-oleh untuk sanak keluarga di tanah air. Oleh-oleh yang sudah dibeli di antaranya kurma, sajadah, dan tasbih dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat akan menuju Mekkah, atap bus-bus jamaah sudah penuh dengan tumpukan koper jamaah. Warnanya tidak hanya oranye dengan lambang bendera Indonesia sebagaimana biasa dibawa jamaah, tapi juga berwarna hitam.

Tas bawaan lebih kecil seharusnya bisa ditaruh di dekat kursi tempat duduk atau lorong bus. Namun karena sudah penuh, oleh kru bus, tas-tas tersebut terpaksa ditaruh di atap bus. Tas-tas itu diikat menjadi satu dan ditutup kain plastik agar tidak jatuh selama perjalanan.

"Ada yang menambah bekal selama tinggal di Mekkah 29 hari, namun ada pula yang sudah beli oleh-oleh untuk keluarga," ungkap Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Akhmad Jauhari seusai melepas jamaah haji JKS 1 di Wafadah Zahra Hotel, Minggu (30/9/2012).

Sesuai ketentuan penerbangan, lanjuut dia, jamaah hanya diperbolehkan membawa barang bawaan sebanyak 32 kg. Bila ada kelebihan biasanya mereka menitipkan ke kargo. Perusahaan-perusahaan kargo akan mendatangi pondokan-pondokan jamaah untuk menawarkan jasa pengiriman.

"Mereka akan datang door to door untuk menawarkan jasa pengiriman. Jamaah juga tidak boleh membawa air zamzan di pesawat," kata Jauhari.

(bgk/trw)


Berita Terkait