Kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 06.00 WITA. Kobaran api menghanguskan 33 rumah yang dihuni 40 KK atau sekitar 120 jiwa, di kawasan pemukiman padat penduduk di Jl Lambung Mangkurat RT 25 dan RT 41 Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Ilir. Sekitar 1 jam kemudian, api dapat dikuasai setelah menerjunkan sedikitnya 20 mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi.
Berselang 2 jam kemudian atau sekitar pukul 08.00 WITA, si jago merah kembali mengamuk di kawasan pemukiman padat penduduk lainnya, di Jl KH Wahid Hasyim Gang Pinang RT 14 Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. Di lokasi itu, 21 rumah yang dihuni sekitar 27 KK, juga hangus terbakar. Satu jam kemudian, api berhasil dikuasai petugas pemadam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dadang, padatnya pemukiman di kedua lokasi kebakaran yang berbeda itu, membuat petugas harus berhati-hati melakukan pendataan. Terlebih lagi, umumnya rumah warga terbuat dari bahan kayu.
"Ada rumah bangsal beberapa pintu, juga dihuni beberapa jiwa. Penghitungan data harus kami lakukan secara akurat," ujar Dadang.
Ketiadaan hujan dalam beberapa pekan terakhir di Samarinda, ditambah hembusan angin kencang di kedua lokasi tersebut, juga membuat kobaran api cepat meluas.
"Tingkat kekeringan, ditambah angin kemarau kencang waktu pagi, jadi api cepat merembet ke rumah-rumah lainnya. Saya ingatkan lagi, warga harus terus mewaspadai bahaya kebakaran di tengah kondisi seperti ini," tambah Dadang.
"Dipastikan tidak ada korban dari kedua musibah kebakaran itu. Besaran kerugian materi belum bisa dikalkulasi untuk sementara ini," tutupnya.
(try/try)











































