Taufiq Kiemas Melayat ke Rumah Munir
Rabu, 08 Sep 2004 01:38 WIB
Jakarta - Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Mungkin itu setidaknya dapat menggambarkan siapakah Munir, aktivis HAM yang tewas, Selasa (7/9/2004), diatas pesawat yang semula akan membawanya untuk mendalami hukum. Hingga Rabu dini hari, para pelayat terus berdatangan ke kediaman Munir, jalan Cendana 12 perumahan Jaka Permai, Bekasi Barat.Seperti juga Taufiq Kiemas. Ia datang melayat sambil didampingi pengamat LIPI Hermawan Sulistyo, Cornelius Lay, mantan aktivis PIJAR, Dethor, dan lain-lain. Taufik datang sekitar pukul 00.00. Setelah menyampaikan belasungkawa terhadap istri Munir, Suciwati, sekitar 1 jam, Taufiq pulang.Selain Taufiq, sejumlah tokoh juga menyempatkan diri melayat keluarga Munir. Diantaranya anggota KPU Anas Urbaningrum, Samuel Kotto dari PAN, dan puluhan tokoh LSM seperti Bini Buchori, Smita Notosusanto, Emi Hafid, Usman Hamid, Budiman Djatmiko.Demikian juga karangan bunga terus berdatangan hingga malam ini, diantaranya dari DPP PDIP, PKB, PAN, Todung Mulya, Adnan, Elsam, AJI, BAKUBAE, Voice of Human Right, RCTI, Metro, dll.Menurut Usman, koordinator Kontras yang juga merangkap sebagai jubir keluarga mengatakan rencananya besok keluarga dan kerabat dekat Munir akan terbang ke Amsterdam, Belanda. Sekitar 4 orang akan berangkat, yaitu Suciwati istri Munir, Usman, Pungki, dan kakak Munir yang baru datang malam ini dari Malang. Usman mengatakan rencananya rombongan akan kembali ke tanah air paling cepat Jumat (10/9/2004) sore.
(dni/)











































