Penjual Jamu Tradisional Kampanye Hidup Sehat di DPRD Jateng

Penjual Jamu Tradisional Kampanye Hidup Sehat di DPRD Jateng

- detikNews
Minggu, 30 Sep 2012 11:13 WIB
Penjual Jamu Tradisional Kampanye Hidup Sehat di DPRD Jateng
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Partiyem (57), seorang penjual jamu gendong nampak sibuk menuangkan jamu-jamunya ke gelas kecil untuk puluhan warga yang mengerumuninya. Hanya berselang beberapa menit, belasan botol jamu tradisional yang dibawa Partiyem dan tiga rekannya itu habis tak bersisa.

Bagi-bagi jamu gratis tersebut dilakukan dalam event Festival Jamu Tradisional 2012 yang diadakan di halaman gedung DPRD Jawa Tengah sejak Sabtu (29/9/2012) kemarin hingga hari ini, Minggu (30/9). Partiyem sendiri dalam acara kali ini membawa 13 botol jamu berisi berbagai jenis jamu yaitu Kunir Asem, Cabe Puyang, Gula Asem, Beras Kencur, Godong Kates, Sirih, dan Temu Lawak.

"Yang paling cepat habis jamu Sirih yang berfungsi untuk mengatasi keputihan, sari rapet, dan bau badan," terang Partiyem di depan Gedung DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Minggu (30/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo mengatakan event tersebut dimaksudkan untuk memberi mengingatkan sekaligus memberi pemahaman kepada masayarakat tentang potensi jamu tradisional yang dimiliki oleh Jawa Tengah.

"Di Jawa Tengah memiliki potensi jenis tanaman obat sampai 800 lebih. Kalau ini diperdayakan, bisa mendukung kesehatan di rumah tangga," kata Bibit.

Acara yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah diikuti oleh 65 stand dari perusahaan jamu ternama ataupun home industri di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Ketua panitia, Puji Wurdianto mengatakan, selama ini belum ada event yang membahas jamu secara lebih mendalam di Jateng. Padahal, menurutnya, Jateng merupakan trendsetter jamu. Oleh sebab itu, bekerjasama dengan berbagai pihak, ia menggagas Festival Jamu Tradisional 2012 yang ternyata cukup diminati masyarakat.

"Kami ingin memperkenalkan jamu yang selama ini disegani masyarakat karena rasanya yang pahit. Sebenarnya jika dikemas dari segi rasa, bisa diolah," ujar Puji.

Tidak hanya stand dan pembagian jamu gratis, dalam event tersebut diramaikan pula dengan acara cooking class, pemilihan duta jamu, aerobik, dan penampilan band.


(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads