Nongkrong di Mall, 36 Pelajar Yogya Terkena Razia

Nongkrong di Mall, 36 Pelajar Yogya Terkena Razia

- detikNews
Rabu, 08 Sep 2004 00:23 WIB
Yogyakarta - Gara-gara nongkrong di mall saat jam sekolah alias membolos, sebanyak tiga puluh enam pelajar di Yogyakarta terkena razia. Ke 36 pelajar berbagai sekolah itu dijaring petugas saat nongkrong disaat jam sekolah di Malioboro Mall di Jl Malioboro, Selasa (7/9/2004).Pada saat dijaring petugas Tim Operasi Pelajar Kota Yogyakarta, para pelaja langsung ditanya identitas dan asal sekolah. Bila ketahuan benar-benar membolos,petugas tidak hanya memberikan nasehat saja tapi mereka diminta menandatangani sebuah surat pernyataan.Sebelum melakukan operasi di kawasan Malioboro, tim yang terdiri gabungan Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Binmas Poltabes Yogyakarta, Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta sejak pagi telah menyisir berbaga penjuru kota yang sering menjadi tempat pelajar membolos. Tempat-tempat itu diantarannya kawasan Alun Alun Selatan, Kotabaru, Sagan, Jetis, Jl Mangkubumi, Baciro, Lempuyangan,Stadion Mandala Krida dll. Menurut koordinator tim operasi Isdi Endaryanto, keduapuluh delapan siswa yang terjaring itu langsung diberikan pembinaan ditempat dan langsung dimintapulang ke rumah masing-masing. Sebanyak enam siswa mendapatkan perhatian khusus, dengan diharuskan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Lima orang siswa berasal dari luar kota dan satu siswa dari Kota Yogyakarta. "Satu siswa dari SMK Panca Sakti Yogyakarta, tiga siswa SMU Petra Klaten dan dua siswa SMU Temanggung. kelimanya kita razia saat berada di Malioboro Mall,"kata Isdi. Selain itu, petugas juga sempat memberikan pengarahan terhadap 25 pelajar SMP Stella Duce 1 Yogyakarta dan tiga pelajar SMU Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Meskimereka mengaku tidak membolos karena oleh pihak sekolah dipulangkan lebih awal karena para guru mengikut rapat di sekolah petugas tetap memberikanpengarahan kepada mereka."Mereka langsung kami minta segera pulang ke rumah masing-masing dan diminta untuk tidak mengenakan seragam sekolah saat berada di tempat keramaian kota,"katanya. Isdi mengatakan pihaknya akan terus melakuka operasi ketertiban terhadap pelajar. Sejak akhir bulan Agustus hingga hari ini sudah dua kali digelar operasi."Setelah ini akan kita laporkan kepada masing-masing sekolah melakukan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta," katanya. (dni/)


Berita Terkait