Presiden SBY dan Presiden AS Barack Obama kebagian berpidato pada hari yang sama di Sidang Majelis Umum (SMU) ke-67 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Namun, SBY tidak sempat bertemu Obama untuk bahas protokol internasional untuk cegah penistaan agama.
Di sela-sela sidang di PBB, Presiden SBY melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara lain, seperti Presiden Mesir, Presiden Bulgaria, PM Jepang, dan Presiden Finlandia. Namun, tak ada agenda bertemu Obama. Padahal usulan Presiden SBY terkait proposal protokol internasional untuk mencegah penistaan agama sangat terkait dengan Amerika, sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi kebebasan berekspresi.
SBY menjelaskan bahwa Obama sangat sibuk menjelang pemilu AS. Bahkan Obama juga tidak hadir dalam jamuan makan siang bersama Sekjen Ban Ki Moon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SBY, meski tidak bertemu Obama, namun dirinya sempat bertemu Menlu AS Hillary Clinton saat jamuan makan siang bersama Ban Ki Moon itu.
"Saya sudah bertemu Obama berkali-kali sebelum ini. Dan saya juga sudah bertemu Menlu Hillary Clinton, baik di Jakarta maupun kemarin saat santap siang bersama Ban Ki Moon," kata Presiden SBY.
SBY menjelaskan, meski dirinya tidak bertemu Obama, namun lembaga lintas agama di AS sudah merespons baik tentang usulan Indonesia mengenai protokol internasional mencegah penistaan agama itu. Lembaga lintas agama di Indonesia juga sudah memberikan respons yang positif.
(asy/asy)











































