Humas RSU dr Slamet Garut, Ade Sunarya, menyatakan, awal kecurigaan pihak rumah sakit saat melihat dari sepatu yang dikenakan Is. Bentuk dan jenis sepatunya berbeda dengan sepatu yang biasa dikenakan para dokter di RSU dr Slamet.
Kemudian pihak rumah sakit mencoba meyakinkan mengetes Is. Hasilnya Is tidak bisa menjalankan tugas seorang dokter. "Dia tidak mampu mengetes pasien," ujar Ade kepada wartawan, Jum'at (28/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk membedakan memang agak sulit, karena di RSU dr Slamet Garut terdapat ratusan dokter dan perawat," jelas Ade.
Ade menambahkan, Is mengaku bercita-cita menjadi dokter. Diduga, karena cita-cita yang tidak kesampaian tersebut, perempuan asal Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Garut tersebut menyamar sebagai dokter.
"Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ia diserahkan ke polisi," tutupnya.
(try/try)











































