Munir Pernah Dirawat di RS St Carolus Karena Sirosis
Selasa, 07 Sep 2004 18:23 WIB
Jakarta - Setahun lalu, Munir dirawat di RS St Carolus. Dia didiagnosa menderita sirosis hati. Kini pria yang dikenal teman-temannya sebagai pekerja keras itu sudah berpulang."Setahun yang lalu, Munir dirawat di RS Saint Carolus karena menderita sirosis. Dokter memerintahkan dia untuk diet dan tidak sembarangan makan. Namun kita kenal Munir pekerja keras dan sangat malas ke dokter."Hal itu disampaikan salah seorang peneliti Imparsial (Indonesian Human Rights Monitor) Batara Ibnu Reza di Kantor Imparsial jalan Diponegoro nomor 9 Menteng Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2004).Data yang dihimpun menyebutkan, Hepatitis C kronik dalam waktu sekitar 20 tahun akan terjadi fibrosis pada hati yang dapat berkembang menjadi sirosis hati. Sebagian sirosis hati berisiko menjadi kanker hati.Sirosis hati atau kanker hati yang luas akan menyebabkan fungsi hati menjadi nyaris nol. Jika levernya rusak, itu berarti gangguan sistem pencernaannya juga terganggu. Lever tidak akan bisa menghasilkan empedu. Maka makanan yang masuk ke usus tidak akan tercerna."Tadi malam, beberapa teman-teman yang mengantar ke bandara tidak curiga mengenai kesehatan Munir. Kondisinya saat itu baik-baik saja," kata Batara.Namun sejak pukul 11.00 WIB hari ini, lanjut dia, kantor Imparsial menerima telepon yang mengabarkan Munir meninggal. Namun beberapa staf Imparsial tidak percaya karena menilainya sebagai penelepon gelap atau tidak jelas. Kantor saat itu kosong karena tidak ada para petinggi Imparsial.Dituturkan Batara, Direktur Operasional Imparsial Rudi Marpaung sedang berada di Palangkaraya. Direktur Program Rahlan Nasidik yang menggantikan posisi Munir sebagai Direktur Imparsial berada di Manado. Keduanya sedang mengkampanyekan diskusi anti RUU TNI."Namun hingga pukul 13.00 WIB, semua orang sudah mendapat kabar meninggalnya Munir. Lalu karena merasa terganggu dengan kabar-kabar tersebut, kita langsung tanya teman-teman di Belanda. Mereka juga mendapat kabar, tapi belum bisa dibuktikan. Baru lah kemudian mendapat konfirmasi dari Todung Mulya Lubis sekitar pukul 14.30 WIB," paparnya."Saya langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta dan bertemu Kepala Komunikasi Garuda Pujobroto. Dia mengatakan akan membantu pemulangan jenazah Munir, termasuk jika ada upaya otopsi. Pihak Garuda juga sudah menghubungi pihak KBRI," demikian Batara.
(sss/)











































