Setelah Kemendikbud, DPRD & Pemprov DKI Juga Bentuk Tim Anti Tawuran

Setelah Kemendikbud, DPRD & Pemprov DKI Juga Bentuk Tim Anti Tawuran

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 28 Sep 2012 17:43 WIB
Setelah Kemendikbud, DPRD & Pemprov DKI Juga Bentuk Tim Anti Tawuran
Jakarta - Setelah Kemendikbud, kini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI da Pemprov DKI juga membentuk tim untuk mengatasi tawuran pelajar. Tim bakal terdiri dari beberapa unsur.

Anggota Komisi E DPRD DKI, Dwi Rio Sambodo mengatakan, tim khusus tersebut terdiri dari pihak eksekutif, legislatif, dan beberapa unsur terkait lainnya.

"DPRD akan membentuk tim khusus yang terdiri dari beberapa perwakilan Komisi E dengan instansi terkait, termasuk pihak eksekutif," kata Rio di gedung DPRD DKI Jakarta, jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain membentuk tim khusus, Rio juga meminta agar Kepala Dinas Pendidikan dan kepala sekolah terkait untuk bertanggung jawab atas peristiwa tawuran yang terjadi. Terlebih aksi tawuran yang terjadi belakangan ini sampai merenggut nyawa seorang pelajar.

"Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah diminta bertanggung jawab," tegasnya.

Dia pun berharap agar tradisi kekerasan di lingkungan sekolah, seperti masa orientasi siswa (MOS) dan hubungan dengan alumni dihentikan. Apalagi menurutnya, kasus tawuran seperti yang terjadi antara SMA 6 vs SMA 70 dan SMK Kartika Zeni vs SMA Yayasan Karya 66 (Yake) hingga merenggut nyawa pelajar.

"Menghentikan tradisi kekerasan di lingkusangan sekolah, seperti MOS, hubungan alumni dan lainnya. Karena tawuran pelajar dalam beberapa hari ini sebagai fenomena gunung es, dimana selain kasus ini, banyak kasus serupa yang tidak terungkap,"

Rio mengatakan, aksi tawuran pelajar tersebut sebagai akibat dari sebab, karena ada persoalan besar lainnya. "Diantaranya sistem belajar mengajar, wadah perhimpunan sebagai ekspresi pelajar sebagai remaja yang minim, pendidikan budi pekerti atau kebangsaan yang gagal dan lainnya," jelas Rio.

Seperti diketahui, pada Senin (24/9) kemarin seorang siswa SMA 6 Alawy Yusianto Putra (15) tewas akibat diserang oleh siswa SMA 70. Kedua sekolah ini memang mempunyai catatan panjang mengenai aksi tawuran.

Selang dua hari kejadian tersebut, aksi tawuran kembali terjadi di kawasan Jl Saharjo, Manggarai, Jakarta Selatan. Aksi ini menewaskan Deni Januar (17) siswa SMA Yayasan Karya 66, Rabu (26/9) lalu.

(jor/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini