"Kami meliburkan aktivitas sekolah untuk meredam emosi anak didik kami, selain itu kami memantau juga pergerakan anak-anak melalui Facebook mereka, Saya khawatir emosi mereka tersulut kembali sehingga terulang kembali kejadian tersebut," ujar kepala sekolah SMA Yayasan Karya 66, Nurkaya Sitompul, saat ditemui di sekolahnya, Jumat (28/9/2012).
Nurkaya menuturkan pasca kejadian tersebut, Rabu (26/9), pihaknya telah meliburkan sekolah untuk mengantar memakamkan almarhum Deny Januar hingga hari Senin. "Setelah kejadian Rabu, hari Kamis kami telah meliburkan sekolah untuk mengantar almarhum Deny ke pemakamannya, hingga Senin nanti baru kegiatan belajar dimulai," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Nurkaya menuturkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak SMA Kartika Zeni yang merupakan sekolah pelaku pengeroyokan Deny untuk sama- sama meredam suasana yang memanas di kedua sekolah tersebut.
"Dengan Pak Sugito (Kepala Sekolah Kartika Zeni) saya sudah komunikasi, kami sama- sama sepakat untuk menyelesaikan masalah ini, meredam suasana di masing- masing sekolah," tuturnya.
Selain melakukan komunikasi dengan pihak sekolah SMA Kartika Zeni, Nurkaya menuturkan pihaknya juga meredam emosi anak didiknya dengan memberi wejangan.
"Sementara kita merendam dengan psikologis, pihak guru coba terus sentuh hati mereka apa efek tawuran tersebut, dan ini butuh waktu lama," tandasnya.
(edo/mad)











































