Pesan Terakhir Munir: Tunda Pengesahan RUU TNI
Selasa, 07 Sep 2004 17:57 WIB
Jakarta - Sebelum bertolak ke Belanda dan akhirnya meninggal dunia di dalam pesawat, Munir sempat berpesan agar pengesahan RUU TNI diupayakan untuk ditunda.Hal itu disampaikan salah seorang peneliti Imparsial (Indonesian Human Rights Monitor) Batara Ibnu Reza di Kantor Imparsial jalan Diponegoro nomor 9 Menteng Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2004).Dituturkan dia, Munir berpesan kepada rekan-rekannya di Imparsial dan sesama aktivis LSM agar terus berupaya menunda pengesahan RUU TNI. Karena RUU TNI dianggap belum disosialisasikan secara maksimal kepada masyarakat dan belum ada perubahan dalam pasal-pasalnya."Pesan terakhir Munir kepada teman-teman dalam acara diskusi internal Imparsial sering mengatakan agar RUU TNI ditunda. Mengingat sosialisasi kepada masyarakat begitu sempit. Kedua, karena isi dalam draft RUU TNI belum diubah," ungkap Batara.Mantan Direktur Imparsial Munir SH meninggal di dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 974 saat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Belanda untuk meneruskan sekolah. Jenazah aktivis HAM itu masih tertahan di Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam, Belanda.
(sss/)











































