"Kami mendukung langkah berani Menlu kita. Saya apresiasi keberanian pak Marty," ujar Hidayat saat berbincang dengan detikcom di Masjid Baitul Ihsan komplek Bank Indonesia, jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2012).
Hidayat menilai, langkah Marty tersebut adalah hal yang wajar. Sebab negara-negara barat juga sering melakukan embargo ke negara lain. "Termasuk Indonesia yang pernah diembargo oleh Amerika, gara-gara petugas Amerika mati di Attambua," kata Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap agar beliau bisa menindaklanjuti secara formal untuk meminta negara-negara OKI yang memiliki hubungan apapun dengan Israel untuk kemudian memutuskan hubungan itu. Apalgi memang sebagian besar negara-negara itu tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," jelas ketua Fraksi PKS ini
Apalagi, lanjut Hidayat, saat ini juga sudah banyak negara-negara, terutama di Timur Tengah, yang menyerukan hal yang sama.
"Itu semakin mungkin karena Indonesia adalah negara anggota terhormat di OKI dan itu menunjukkan keseriusan pemboikotan itu," imbuh pria berjanggut tipis ini.
Hidayat juga mengatakan, sikap Marty ini perlu ditegaskan bukan karena dirinya merasa sakit hati saat tidak diijinkan untuk masuk ke kota Ramallah, Tepi Barat Palestina, oleh Israel.
"Sesuatu yang perlu beliau tegaskan posisinya, bukan karena beliau marah waktu dulu pernah dilarang masuk ke Ramallah, tetapi lebih kepada sesuatu yang layak dibayar oleh masyarakat internasional yang menginginkan dunia ini damai, jauh dari perilaku terorisme yang dikembangkan oleh kalangan zionis Israel," tukas Hidayat.
"Jadi, penegasan oleh Menlu Marty ini sangat bersih menurut saya," sambungnya.
(jor/mad)











































