Sebelum ke Belanda, Farewell Party Munir Dipercepat

Sebelum ke Belanda, Farewell Party Munir Dipercepat

- detikNews
Selasa, 07 Sep 2004 16:30 WIB
Jakarta - Sebelum terbang ke Belanda untuk studi, sejumlah acara perpisahan (farewell party) yang diadakan untuk melepas Munir, dipercepat penyelengaraannya. Salah satu farewell party yang dipercepat adalah yang digelar di Hotel Santika, Jl.KS Sasuit Tubun, Slipi, Jakbar pada Jumat malam (3/9/2004).Perpisahan itu digelar oleh Yayasan Pro Patria. Ada 20-an orang yang diundang, termasuk Suwarjono, reporter detikcom. Perpisahan diadakan menyusul rencana Munir yang akan melanjutkan studinya ke Belanda.Pro Patria menurut rencana baru mengadakan perpisahan itu Rabu atau Kamis pekan ini. Tapi rupanya keberangkatan Munir ke Negeri Kincir Angin dimajukan pada Senin (6/9/2004) sehingga Pro Patria pun buru-buru memajukan juga acaranya menjadi Jumat malam.Pesta itu bertempat di pinggiran kolam Hotel Santika. Tapi karena terkena percikan air kolam, akhirnya pesta dipindah ke Restoran Merunda yang ada di dalam hotel.Hadir dalam pesta yang dihadiri 20-an orang itu antara lain Todung Mulya Lubis, Ikrar Nusa Bakti, Syamsuddin Harris dan juga Edi Prasetyono dari CSIS. Munir membawa anak dan istrinya.Menurut pantauan detikcom, itu adalah malam perpisahan yang mengharukan. Semua yang hadir dipersilakan memberikan pesan dan kesannya terhadap Munir."Meski Cak Munir tidak ada di Indonesia, tapi penampakan Cak Munir akan tetap berada di tengah-tengah kita," kata Edi Prasetyono dari CSIS kala itu.Semua yang hadir memuji keberanian Munir selama ini. Menanggapi pujian ini, Munir mengaku bahwa yang berani adalah istrinya. "Istri sayalah yang sebenarnya pemberani, dia mendorong saya untuk berani," puji pria berbadan kecil berambut merah ini.Dalam kesempatan itu, detikcom memberikan kenang-kenangan kaos baru warna hitam bertuliskan "Bebaskan BMH, Taufik, Pak Is". Kaos itu rencananya untuk aksi turun jalan menyusul sidang vonis Tempo pada Senin kemarin."Kaos ini harus Cak Munir pakai pas berangkat. Jadi sekalian kampanye di bandara karena Cak Munir pergi pas sidang Tempo," kata detikcom. Munir mengangguk-angguk. "Ya, ya, terimakasih," jawab Munir. Belum diketahu apakah kaos itu dipakai oleh Munir saat terbang ke Belanda, Senin malam.Munir juga mengaku sering diundang ke farewell party melepas kepergiannya hari-hari belakangan ini. "Hari-hari terakhir ini saya diminta ke sana ke mari untuk menghadiri acara perpisahan seperti ini. Kemarin di Imparsial, tadi ke acaranya Kontras, sekarang datang ke acara ini (Pro Patria). Saya berterimakasih sekali atas perhatian teman-teman. Ini akan menjadi semangat bagi saya untuk serius belajar," demikian pidato Munir.Kini, tokoh pemberani yang sering membuat kuping sejumlah kalangan itu memerah, telah tiada. Selamat jalan, Cak Munir! (nrl/)


Berita Terkait