Munir Dinilai Tak Pernah Idap Penyakit Berbahaya
Selasa, 07 Sep 2004 16:13 WIB
Jakarta - Kabar meninggalnya Munir SH mengejutkan kalangan sesama aktivis HAM. Pasalnya, Munir dinilai tidak pernah mengidap penyakit berbahaya."Terus terang saya sangat kaget dan sedih sekali," kata Andi Wijayanto, rekan Munir di Propatria kepada detikcom melalui telepon, Selasa, (7/9/2004).Andi menjelaskan, kabar duka itu didengarnya sejak pukul 12.30 WIB. Andi dan kawan-kawan kemudian memastikan kabar tersebut, baik ke maskapai penerbangan maupun ke Kedutaan Besar Indonesia di Belanda."Saya berdoa dan sangat berharap kabar tersebut tidak benar. Tapi nampaknya Tuhan sudah berkehendak. Beliau meninggal di dalam pesawat yang membawanya, 3 jam sebelum mendarat," kata Andi.Setahu Andi, mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) itu tidak mengidap penyakit berbahaya. Misalnya darah tinggi atau gangguan jantung."Dia memang pernah dirawat, tapi itu hanya karena sakit magh. Kami sebagai teman sering menasihati agar dia banyak beristirat. Sebab dia memang orangnya super sibuk dan sering lupa istirahat. Selama ini dia sehat-sehat saja," kenang Andi.Menurut Andi, informasi terakhir yang didengarnya saat ini jenazah Munir tengah diotopsi. Setelah itu, jenazah Munir akan diterbangkan ke Jakarta. "Kita dan teman-teman di Imparsial masih akan membicarakan langkah selanjutnya," ungkap Andi.
(djo/)











































