2 Tahun Bom Bali, Gema Perdamaian Digelar 12 Oktober
Selasa, 07 Sep 2004 16:08 WIB
Denpasar - Bertepatan dengan peringatan dua tahun Bom Bali pada 12 Oktober 2004, beberapa komponen pariwisata di Bali akan menggelar Gema Perdamaian.Namun acara itu bukan dikhususkan untuk memperingati tragedi tersebut, melainkan untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian."Gema Perdamaian bukan untuk memperingati dua tahun bom Bali, tapi mengambil tonggak 12 Oktober sebagai usaha menuju perdamaian."Demikian jelas Ketua Panitia Agung Suryawan dalam jumpa pers di Kantor Bali Tourism Board jalan Puputan Raya Renon Denpasar, Selasa (7/9/2004).Gema Perdamaian digelar oleh antara lain Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asita Tour and Travel, Bali Tourism Board, Bali Peace Community, dan lainnya. Acara akan digelar di Monumen Bajra Sandhi, Lapangan Puputan Margarana Renon Denpasar."Panitia tidak akan mengundang keluarga bom Bali secara khusus. Kami hanya mengundang seluruh masyarakat Bali dan dunia. Acara ini tidak ada hubungan linear dengan acara ritual Hindu untuk pembersihan alam semesta. Namun sebagai usaha bersama mewujudkan perdamaian," jelas Agung.Rencananya, acara akan dihadiri sekitar 7.000 partisipan dari berbagai golongan dan lapisan masyarakat, serta tokoh semua agama di Bali. Turut juga diundang para pemuka agama Tibet dan India.Dalam acara tersebut akan dilakukan beberapa ritual. Peserta mengelilingi lapangan, kemudian doa perdamaian oleh para pemuka agama secara bersama-sama, membunyikan gong perdamaian berbendera negara-negara dunia yang sempat dibawa ke beberapa negara, lalu gema takbir. "Kita berharap alam semesta mendapat vibrasi dari doa-doa tersebut," demikian Agung.
(sss/)











































