Muhayat: Pengetes Baju Renang Anggota Kowad, Bukan Laki-laki

Muhayat: Pengetes Baju Renang Anggota Kowad, Bukan Laki-laki

- detikNews
Selasa, 07 Sep 2004 15:43 WIB
Jakarta - Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Muhayat membantah telah terjadi pelecehan seksual terhadap calon Pegawai Tidak Tetap (PTT). Namun ia tidak menyangkal adanya uji postur tubuh yang menggunakan pakaian tertentu.Menurut Muhayat, dalam proses penerimaan ada beberapa tahapan. Yaitu seleksi administrasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), seleksi kesehatan di Rumah Sakit Ridwan Meuraksa milik Kodam Jaya, dan seleksi kesamaptaan dilakukan oleh Jasmani Kodam (Jasdam)."Dari keterangan pihak Jasdam seleksi itu dilakukan sesuai prosedur," kata Muhayat kepada wartawan di ruang kerjanya di Balai Kota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Selasa (7/9/2004) siang.Menurut Muhayat, peserta wanita dalam seleksi kesamaptaan memakai pakaian khusus sehingga dapat dilakukan pemeriksaan postur tubuh oleh anggota Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad). "Jadi tidak betul kalau ada yang mengatakan (pemeriksaan) itu dilakukan oleh petugas laki-laki," katanya.Diakui Muhayat, mungkin saja ada peserta seleksi yang merasa tidak nyaman harus mengenakan pakaian khusus dimaksud. "Mungkin saja ada orang-orang tertentu yang rikuh, tidak biasa seperti itu. Mereka yang seperti itu mustinya memilih pekerjaan yang pas."Kenapa harus pakai baju renang? Muhayat menegaskan uji postur tubuh adalah persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses seleksi untuk polisi pamong praja dan petugas perlindungan masyarakat (linmas). "Itu merupakan persyaratan dan harus dipenuhi. Kalau tidak ya jangan dipaksakan (untuk ikut)," demikian Muhayat. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini