Tersangka kasus dugaan korupsi simulator SIM, Irjen Djoko Susilo, rencananya akan dipanggil KPK hari ini. Jika panggilan tersebut dipenuhi oleh jenderal bintang dua itu, maka inilah saatnya bagi Djoko untuk menjelaskan arti bhayangkara, guna memperbaiki citra korps Polri.
"Di sini lah peran Djoko untuk menerjemahkan arti Bhayangkara kepada KPK," kata anggota Kompolnas, Adrianus Eliasta Meliala, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (27/9/2012).
Maksud menafsirkan bhayangkara, lanjut Andrianus ialah, mantan Kakorlantas Polri ini harus menunjuk siapa-siapa saja pejabat Polri yang terlibat dalam kasus korupsi miliaran rupiah tersebut. Diharapkan, Djoko dapat menjadi justice collaborator dalam kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika Djoko tidak datang memenuhi panggilan KPK, bisa semakin membuat preseden buruk terhadap lembaga pimipnan Jenderal Timur Pradopo tersebut. Bahkan, opini masyarakat akan menyudutkan Djoko sebagai pihak semata yang bersalah dalam kasus simulator tersebut.
"Kalau dia tidak hadir maka opini masyarakat akan semakin kuat, dan ini bisa membuat citranya menjadi buruk," ungkapnya.
(rvk/mok)










































