Dua orang korban calhaj yang menjadi korban adalah Muhammad Nasri (65) dan Aman Syaimun (61), keduanya dari Kloter II Lombok. Nasri tertipu dua pria berlogat Lombok yang berlagak menanyakan alamat seorang teman yang menginap di Lu'lu Mubarak.
Karena merasa satu daerah, dua orang pelaku itu kemudian meminta izin Nasri untuk melihat tanda pengenal. Dia tidak curiga dan langsung membuka tas dan memperlihatkan tanda pengenal serta peta hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga dialami oleh Syaimun seusai pulang dari salat Isya di Masjid Nabawi. Dia juga ditemui dua pelaku yang juga berlogat Lombok. Saat itu, pelaku mengajak korban naik ke mobil dan berpura-pura ingin mengantarkannya ke Lu'lu Mubarak. Namun begitu naik mobil, dua pelaku kemudian merampas uang korban senilai 1.450 Riyal atau sekitar Rp 4,2 juta yang menjadi bekal hidup selama melaksanakan haji.
"Korban kebanyakan calhaj yang sudah tua dan berjalan sendirian atau tampak kebingungan seusai salat di Nabawi," kata Kepala Pengamanan Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Letkol Payumi, Kamis (27/9/2012).
Menurut dia, dari dua kejadian itu, pelaku diduga orang yang sama. Mereka kemungkinan juga berasal dari Lombok karena logat dan korban yang dipilih adalah Lombok juga.
Payumi berharap, jamaah tidak memisahkan diri atau tetap berkelompok ketika bepergian, baik saat ke masjid, belanja ataupun ziarah. Dengan berkelompok, pelaku tak akan berani beraksi.
Dia juga berharap para jamaah yang lebih muda untuk bersikap solider dan mau membantu calhaj yang lebih tua. Jangan sampai calhaj yang sudah tua justru ditinggal dengan alasan lamban.
"Kalau tetap berkelompok, pelaku tidak akan berani beraksi. Pelaku ini selalu mengincar jamaah tua yang sendirian," pungkas Payumi.
(bgk/mok)











































