Wakil Kepala Sekolah Yayasan Darul Arkom, Ade, membenarkan AP adalah mantan salah satu anak muridnya. Ia juga mengakui aksi perbuatan AP dilakukan usai pulang sekolah dengan cara mengkordinir salah satu siswa aktif untuk menagih ke siswa lain di sekolah tersebut.
"Dia biasanya nunggu di luar sekolah dan menunggu siswa lain yang menyerahkan uang itu kepadanya," kata Ade kepada anggota dari Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Jatinegara, Kamis (27/9/2012).
Pernyataan Ade itu dibenarkan salah satu siswa, Rizal (14) yang pernah dimintai AP untuk membantu aksinya. Rizal mengaku disuruh AP untuk meminta uang ke siswa-siswa di kelasnya. Hal tersebut dilakukan AP dengan mengiriminya pesan singkat melalui telepon selulernya.
"Saya diSMS terus. Saya diminta supaya nagihin ke yang lain. Tapi saya nggak ikut malak, saya cuman menyampaikan pesan dia saja," tandas Rizal.
Seperti diberitakan sebelumnya AP (15) tertangkap tangan memalak adik kelasnya di Yayasan Darul Arkom, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Akibat peristiwa tersebut AP digelandang ke Polsek Jatinegara dengan barang bukti berupa senjata tajam jenis arit dan uang sebesar Rp 14 ribu hasil pemerasan terhadap siswa.
AP mengaku tinggal di Jalan Cipinang Pulomaja, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. AP sudah tidak lagi melanjutkan sekolahnya setelah dikeluarkan dari Yayasan Darul Arqom akibat terlibat tawuran pelajar.
"Saya tinggal sama ibu saya. Ibu kerja sebagai tukang cuci pakaian sementara ayah sudah sudah tidak lagi bekerja sejak dua tahun lalu karena mengalami lumpuh," kata AP di Polsek Jatinegara.
Sementara itu, Kapolsek Jatinegara Kompol Suminto mengatakan akan memanggil orangtua AP. "Orang tua anak tersebut akan dipanggil untuk dilakukan proses pembinaan," tandasnya.
(edo/mok)











































