Penanganan Terorisme, Polisi Geledah Rumah Kontrakan di Sukoharjo

Penanganan Terorisme, Polisi Geledah Rumah Kontrakan di Sukoharjo

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 20:43 WIB
Sukoharjo - Densus 88/Anti-Teror Mabes Polri melakukan penggeledahan sebuah rumah kontrakan di Sukoharjo. Tidak ada keterangan resmi dari polisi, namun informasi yang dikumpulkan, polisi menemukan granat, detonator, dan cairan kimia tertentu di rumah tersebut.

Penggeledahan dilakukan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Tuwak RT 1/5, Gonilan, Kartosuro, Sukoharjo, Kamis (27/9/2012) sore. Pengontrak rumah tersebut, telah meninggalkan rumah semenjak dua pekan terakhir bersama keluarganya.

Karena rumah dalam kondisi kosong, Densus yang datang dengan senjata lengkap bersama Tim Inafis masuk rumah dengan cara mendobrak paksa pintu. Selama dilakukan penggeledahan lebih kurang dua jam, semua jalan kampung yang mengakses ke rumah tersebut ditutup dengan garis polisi yang dijaga ketat oleh aparat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada keterangan resmi dari pihak polisi mengenai latar belakang penggeledahan dan apa hasil yang didapat dari penggeledahan tersebut. Namun informasi di lapangan menyebutkan, dari penggeledahan itu Densus 88 menemukan 5 unit detonator, 1 buah granat dan satu galon cairan kimia berwarna biru. Selanjutnya barang-barang itu dibawa oleh Densus.

Pemilik rumah kontrakan, Satini, mengaku kaget adanya penggeledahan oleh Densus. Dia memaparkan rumahnya itu dikontrak selama dua tahun oleh seorang bernama Fendi (35 tahun), yang berasal dari Mojolaban, Sukoharjo. Di rumah tersebut Fendi tinggal bersama Rahma, istrinya. Pasangan muda itu membuka usaha menjual roti dan kue dengan dititipkan di warung-warung sekitarnya.

"Tapi sudah dua pekan ini rumah itu kosong, karena pengontraknya pergi. Mereka pamit akan ke Surabaya untuk ikut mengantar ibu Mbak Rahma yang akan berangkat haji. Kunci rumah dititipkan kepada saya. Setiap sore saya masuk ke rumah itu untuk menghidupkan lampu, paginya juga masuk rumah untuk mematikannya. Saya tidak melihat barang-barang mencurigakan di dalamnya. Hanya ada perabot rumah tangga, satu tempat tidur dan satu lemari," ujar Satini yang tinggal tak jauh dari rumah yang digeledah polisi itu.

Keberadaan Fendy dan istrinya, hingga kini belum ada keterangan resmi. Meskipun demikian, ada informasi yang menyebutkan Fendy saat ini telah ditangkap di suatu tempat. Dia diduga termasuk sebagai anggota jaringan pelaku dan perencana tindak pidana terorisme. Namun Satini memastikan, dia tidak melihat Fendy ikut dibawa serta oleh polisi saat penggeledahan rumah kontrakannya dilakukan.

(mbr/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini