Karyawan Damri Lanjutkan Demo ke Menkeu & Meneg BUMN
Selasa, 07 Sep 2004 12:39 WIB
Jakarta -
Negosiasi antara perwakilan karyawan Perusahaan Umum (Perum) Damri dengan pihak direksi gagal menghasilkan kesepakatan. Sekitar 500 karyawan Perum Damri pun melanjutkan aksinya ke kantor Menkeu dan Meneg BUMN.Massa bergerak dari depan kantor pusat Perum Damri, Jl. Matraman Raya, Jakarta Timur, sekitar pukul 12.15 WIB, Selasa (7/9/2004). Karyawan Perum Damri dari berbagai daerah ini memakai lima buah bus Damri.Agenda aksi adalah menuntut penyesuaian gaji pokok PNS menurut PP No.26/2001. Menurut koordinator aksi Watro, perbedaan gaji yang dalam SK Direksi No.552/KP.208/Damri/2001 tanggal 28 September 2001 dengan PP No.26/2001 mencapai 400 persen. Alasan direksi tidak menggaji karyawan sesuai ketentuan dalam PP No.26/2001 karena tidak mampu. "Tapi saat karyawan meminta Perum Damri diaudit, direksi menolak," ujar Watro.Sementara itu Ponco Margiono, dari Unit Bis Kota Semarang, menyatakan saat ini banyak karyawan Perum Damri di daerah yang belum menerima gaji. Karyawan Perum Damri di Jember, misalnya, belum digaji selama empat bulan, karyawan di Solo belum digaji selama tiga bulan, di Semarang tujuh bulan, di Yogyakarta empat bulan, dan di Banyuwangi tiga bulan.Aksi kali ini, lanjut Ponco, merupakan demo yang kesekian kali. Aksi dengan tuntutan serupa sudah digelar di Jember pada tahun 1996, Surabaya 2001, Semarang 2002."Sebelumnya, pada Agustus lalu kita sudah menggelar demo di Jakarta. Tapi demonya kecil, hanya menanyakan itikad baik direksi. Karena tidak ada respon sekarang demo besar-besaran. Seluruh daerah bergerak," kata Ponco.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































