Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan pemerintah provinsi Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat. Menurut Ihwan, selama ini perbaikan pasar tradisional di Jateng masih terkendala dana. Pemerintah pusat diharapkan bisa ikut membantu dalam perbaikan pasar tradisional.
"Kalau mengajukan ke pusat biasanya dalam setahun dapat biaya revitalisasi sekitar Rp 40 miliar. Diperkirakan satu pasar butuh Rp 6 hingga Rp 7 miliar, maka dalam setahun paling hanya lima sampai enam pasar yang direvitalisasi," kata Ihwan usai mendampingi Wamendag di Hotel Novotel, Jl Pemuda, Semarang, Kamis (27/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ihwan menambahkan, di tahun 2012 pihaknya sudah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk pasar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Surakarta dan Kabupaten Kebumen. Sementara tahun 2013, ia mengajukan bantuan untuk pasar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Klaten, Purbalingga, dan Kabupaten Sragen.
Sebelumnya, Wamendag, Bayu Khrisnamurti saat meninjau pasar Johar Semarang menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi pasar tradisional yang menjadi ikon kota Semarang tersebut. Menurutnya, butuh sekitar Rp 80 miliar untuk melakukan revitalisasi pasar tersebut.
"Rp 80 miliar itu hanya untuk intinya pasar Johar saja. Belum lagi kalau ditambah pasar Yaik dan pasar disekitarnya," kata Bayu.
Ia menambahkan, untuk revitalisasi Pasar Johar, pemerintah pusat akan mengucurkan dana Rp 15 miliar untuk bantuan. "Jika Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemerintah Kota Semarang iuran, bisa menambah dana sekitar Rp 20 miliar. Itu masih jauh," imbuhnya.
Diharapkan pasar Johar nantinya bisa meniru terobosan seperti yang dilakukan oleh salah satu pasar di Kota Semarang yaitu pasar Bulu yang saat ini sedang dalam proses revitalisasi. Dana perbaikan pasar Bulu, lanjut Bayu, diambil dari tiga pihak yaitu APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota.
"Diharapkan nantinya model di Pasar Bulu bisa diterapkan di Pasar Johar. Sehingga pasar-pasar tradisional menjadi seperti pasar modern misalnya dengan menggunakan eskalator. Jadi konsumen terlayani dengan baik," papar Bayu.
Sebenarnya ada jalan keluar dengan bekerjasama dengan pihak swasta jika ingin memenuhi dana revitalisasi. Namun jika pihak swasta turun tangan dikhawatirkan pedagang lama akan kehilangan tempat mereka.
"Revitalisasi harus memihak ke pedagang. Pedagang lama tetap harus ada," tandasnya.
(alg/try)











































