SBY Terima Penghargaan Terkait Segitiga Terumbu Karang

SBY Terima Penghargaan Terkait Segitiga Terumbu Karang

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 17:58 WIB
SBY Terima Penghargaan Terkait Segitiga Terumbu Karang
Ilustrasi
Jakarta - Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima penghargaan bergengsi Valuing Nature Awards atas prakarsanya di bidang lingkungan dengan membentuk Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries dan Food Securities (CTI-CFF) di enam negara.

"Penghargaan ini diberikan oleh tiga organisasi lingkungan international, yaitu The Nature Conservacy (TNC), World Resources Institute (WRI), dan World Wildlife Fund (WWF) atas kepempimpinan Presiden Yudhoyono dalam program Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries dan Food Securities," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo di Amerika Serikat, sebagaimana siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (27/9/2012).

Penghargaan ini menjadi torehan prestasi tersendiri bagi Indonesia sebagai upaya nyata pemerintah dalam melindungi dan melestarikan sumber daya kelautan dan perikanan. Penghargaan tersebut diserahkan kepada Presiden Yudhoyono dalam kegiatan yang bertemakan “Indonesia: Towards Environmental and Economic Sustainability”.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Segitiga Terumbu Karang yang bersifat multilateral itu merangkul enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Pasalnya, kawasan yang mencakup lebih dari 75 ribu km ini paling beragam secara biologis (biodiversity) dan menjadi rumah bagi lebih dari 76 persen spesies karang dan lebih dari 37 persen ikan serta 33 persen dari keseluruhan luasan terumbu karang dunia. Maka tak heran jika kawasan ini menjadi sumber penghidupan bagi 120 juta penduduk dengan perputaran ekonomi mencapai 2,3 miliar dolar per tahun.

Sharif mengatakan, kerjasama regional tersebut diperuntukkan untuk mengelola sumber daya kelautan dan pesisir secara berkelanjutan serta sebagai aksi penyelamatan keanekaragaman hayati di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle).

“Sebuah kawasan konservasi perairan yang dikelola secara efektif nyatanya dapat mendukung industri perikanan dan ekowisata bahari yang dapat ditempuh melalui stabilitas produksi perikanan, dan perlindungan pada nelayan kecil,” sambungnya.

Pengelolaan kawasan konseravsi juga tidak terlepas dari tiga pilar utamanya, yakni perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan. Hal ini mengacu pada tujuan pengelolaan kawasan konservasi yang dikelola berdasarkan sistem zonasi seperti, zona inti, zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan dan zona lainnya. Setidaknya, upaya ini dapat dilakukan melalui tiga strategi pengelolaan, yakni, pengelolaan lingkungan melalui berbagai program konservasi dengan mengimplementasikan kawasan konservasi sebagai penggerak roda ekonomi, program pariwisata alam perairan dan pendanaan mandiri yang berkelanjutan. dan pengelolaan kawasan konservasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang utamanya mensejahterakan masyarakat.

(nrl/vta)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads