Foke Kalah, Kadinkes DKI: Pelayanan Kesehatan Tetap Profesional

Foke Kalah, Kadinkes DKI: Pelayanan Kesehatan Tetap Profesional

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 13:56 WIB
Foke Kalah, Kadinkes DKI: Pelayanan Kesehatan Tetap Profesional
Jakarta - Meski akan berganti Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dien Emmawati mengaku tetap akan profesional dan bekerja maksimal untuk melayani masyarakat. Menurutnya, jabatan yang diembannya saat ini adalah amanah untuk melayani masyarakat.

"Saya kira nggak (berpengaruh), karena kita adalah orang-orang profesional, yang terbiasa bekerja. Kinerja untuk masyarakat, masyarakat yang datang ke Puskesmas adalah orang menengah ke bawah, harus kita kerjakan. Kalau itu jadi amanah kita, maka kita kerjakan dengan ikhlas," ujar Dien Emmawati di Balaikota DKI, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2012).

Dien mengatakan, pembangunan Puskesmas rawat inap di Jakarta akan terus dikembangkan. Karena, berdasarkan hasil evaluasi, puskesmas rawat inap cukup diminati oleh masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mempunyai 340 puskesmas, 296 adalah puskesmas kelurahan, 44 puskesmas kecamatan. Dari 44 puskes kecamatan, 12 diantaranya sudah ada rawat inap 24 jam," ungkap Dien.

Dien pun berharap, pada akhir tahun ini puskesmas rawat inap bisa bertambah, agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Semoga akhir tahun ini tambah. Harapan saya masyarakat di sekitar puskesmas tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit, tapi ke rawat inap itu. Pantauan kami pemintanya cukup banyak pada puskesmas yang dirawat inap," kata Dien.

Dien juga mengatakan, warga DKI yang pernah merasakan fasilitas puskesmas rawat inap, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. Dien pun berjanji warga yang ingin berobat ke puskesmas tersebut tidak akan dibebankan dengan urusan birokrasi.

"Artinya mereka saya tanya, puas nggak dengan pelayananannya? Mereka bilang, 1 puas, 2 murah, 3 dekat dengan rumah. Kalau dia mau nengok bisa kapan saja. Birokrasi nggak akan berbelit-belit seperti di rumah sakit. Kalau rumah sakit kan dibatasi dengan jam besuk," terangnya.

"Mudah-mudahan dengan 12 puskesmas rawat inap ini, masyarakat di sekitarnya lebih aksesible lah. Dibandingkan harus berjubel-jubel menunggu tapi belum tentu kelas tiganya kosong," imbuh Dien.

(jor/mad)


Berita Terkait