Kisah Pilot-pilot Palsu

Kisah Pilot-pilot Palsu

Nurul Hidayati - detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 11:49 WIB
Kisah Pilot-pilot Palsu
Jakarta - Pilot adalah profesi terhormat yang berisiko tinggi karena menyangkut keselamatan penumpang pesawat terbang. Status pilot yang prestisius maupun seragamnya yang keren, tak jarang membuat orang-orang mengambil keuntungan darinya. Mulai dengan melakukan penipuan bermodal seragam pilot hingga memalsukan lisensi terbang agar bisa menyandang status pilot.

Inilah kisah-kisah pilot palsu yang dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Kamis (27/9/2012):

Pilot Frank Abagnale 'Catch Me If You Can'

Leonardo DiCaprio
Pada tahun 1960-an Frank Abagnale, seorang remaja 16 tahun, tinggal di New Rochelle, New York, AS, bersama ayahnya Frank Abagnale Sr dan ibunya yang berdarah Prancis, Paula. Ketika usaha Frank Sr bangkrut dan digugat cerai istrinya, Frank Jr kabur. Ketika dia kehabisan uang, dia mulai melakukan penipuan. Salah satunya adalah dengan pura-pura menjadi pilot Pan Am dan mengaku terbang 250 kali. Dia lantas memalsukan cek gaji Pan Am dan sukses meraup 2,8 juta dollar.

Kisah Frank Abagnale ini kemudian dibukukan dan difilmkan dengan judul Catch Me If You Can pada tahun 2002 yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Sedangkan Carl, agen FBI yang menangkap Frank, diperankan Tom Hank.

Di akhir film karya Steven Spielberg itu dijelaskan bahwa Frank yang kemudian insyaf telah menikah selama 26 tahun dan hidup berbahagia dengan 3 anak lelaki, menetap di Midwest, tetap berteman baik dengan agen FBI yang menciduknya (Carl), sukses menangkap para pemalsu kelas kakap di dunia keuangan dan mendapatkan jutaan dolar tiap tahun karena kreasinya menciptakan cek yang tidak bisa dipalsu.

Pilot Sirlo Terinspirasi 'Catch Me If You Can'

Tak dinyana, film Catch Me If You Can menginspirasi seorang pria Italia untuk menjadi pilot palsu seperti Frank Abagnale. Lelaki berusia 32 tahun ini menggunakan nama Andrea Sirlo sebagai identitas palsunya. "Sirlo" berperan sebagai pilot maskapai Lufthansa.

Ia mengunggah fotonya sendiri memakai seragam pilot di Facebook, juga bertukar pesan tentang penerbangannya dengan 400 "teman" Facebooknya. Tentu saja, termasuk para pramugari imajiner dengan akun yang dibuatnya sendiri. "Sirlo" juga membuat akun Twitter dan menamainya "First Officer Lufthansa".

Mengenakan seragam dan ID Card buatan sendiri, "Sirlo" terbang di dalam kokpit pesawat Lufthansa setidaknya 1 kali penerbangan dari Munich ke Turin, Italia. Polisi mengatakan, mereka mulai merasa aneh saat "Sirlo" memperkenalkan dirinya kepada seorang pejabat aviasi sipil, yang merasa "Sirlo" terlalu muda untuk menjadi kapten pesawat.

"Saya melihat film itu dan ingin menjadi seperti Frank Abagnale," kata pilot palsu itu setelah ditangkap polisi Turin, seperti dilansir dari situs Sidney Morning Herald, Senin (24/9/2012).

Saat ditanya apakah ia ikut terbang dalam kesempatan lain, "Sirlo" menjawab kepada polisi, "Saya terbang gratis hanya pada 1 penerbangan. Waktu itu mereka (pihak maskapai-red) mengundang saya ke dalam kokpit sebagai pilot ketiga."

Rupanya, ini bukanlah kali pertama "Sirlo" melakukan penipuan. Polisi mengatakan "Sirlo" punya jejak kriminal untuk beberapa pelanggaran. Setelah ditangkap pada Jumat (21/9), "Sirlo" ditemani polisi untuk memeriksa rumahnya.

Mereka menemukan kartu identitas palsu, beberapa pasang seragam pilot, izin parkir pekerja bandara, buku panduan, dan 2 CV palsu di garasinya. "Sirlo" pun dikenai denda karena mengancam keamanan udara atas identitas palsunya. Sementara itu, pihak Lufthansa enggan berkomentar.

Pilot Palsu Tipu Penjual BB

dok ANTV
Cita-cita pilot yang kandas membuat Yuda Tandijaya membeli baju pilot senilai Rp 250 ribu dan mengenakannya di Bandara Soekarno-Hatta. Lalu dia memesan BlackBerry di toko-toko ponsel di ITC Roxy. Dia meminta agar ponsel pesanannya diantar ke Bandara Soekarno-Hatta. Untuk meyakinkan penjual bahwa dia orang berada, dia mengenakan pakaian pilot lengkap bersama emblem sebuah maskapai swasta raksasa.

Ketika ponsel telah diserahkan kepada Yuda, Yuda lalu izin hendak ke ATM guna membayar pesanan. Tapi apa lacur, Yuda yang pergi bersama ponsel pesanannya tidak pernah kembali menemui penjual. Yuda lantas menjual Blackberry tersebut senilai Rp 2,5 juta. Aksi ini dilakukan Yuda sedikitnya 8 kali.

Selama setahun beroperasi menjadi pilot gadungan, warga Tomang berusia 38 tahun ini akhirnya diamankan Polres Bandara pada pertengahan Juni 2012. Polisi menyita dari tangannya sejumlah barang bukti termasuk Suzuki Grand Vitara B 911 AV. Dia dikenai pasal 374 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan empat tahun penjara.

Pilot Palsu di Bandara Auckland

Seorang pria berbaju pilot yang berusaha memasuki area terlarang di bandara internasionalΒ  Auckland, Selandia Baru, yang kemudian kabur ketika dicegat petugas bandara, memicu kewaspadaan keamanan pada hari Sabtu pada September 2011 silam. Pria itu kabur dengan sebuah mobil van Toyota.

Polisi lantas mengeluarkan peringatan terhadap pria tersebut, lengkap dengan rekaman keamanan CCTV. Polisi menyebut upaya pria tersebut untuk menipu dengan berbaju pilot dan mendapatkan akses staf merupakan "keprihatinan yang signifikan." Insiden ini juga mengingatkan para film 'Catch Me If You Can'.

Para hari Senin, polisi berhasil menciduk tiga pria terkait dengan pilot palsu tersebut. Mereka yang ditangkap adalah seorang direktur sebuah perusahaan, seorang produser film dan seorang penyiar. Mereka berusia 26 hingga 33 tahun.

Rupanya pilot palsu tersebut merupakan bagian syuting acara komedi "Wanna-Ben" di televisi lokal TV3. Ben Boyce yang terlibat dalam syuting itu meminta maaf dan mengaku tidak bermaksud membuat masalah keamanan. Tapi tak urung kejadian yang terjadi di saat Selandia Baru menjadi tuan rumah Rugby World Cup dan kedatangan tamu sebanyak 100 ribu orang itu memicu kecaman. Bahkan PM Selandia Baru John Key turut bicara.

"SayaΒ  tidak tahu semua detail peristiwa itu. Tapi kalau itu suatu pertunjukan, maka saya pikir itu tindakan tidak bertanggung jawab dari sekelompok badut yang seharusnya tahu lebih baik," komentarnya dalam konferensi pers seperti diberitakan Huffington Post.

Lisensi Terbang Pilot Palsu

Kalau kasus yang ini mereka telah bekerja sebagai pilot, tapi lisensi terbang mereka palsu. Akhirnya mereka pun disebut pilot palsu. Kisah ini terjadi di India. Ceritanya, pada Januari 2010, seorang pilot perempuan bernama Parminder Kaur Gulati mendaratkan pesawat penumpang Airbus 320 dengan menggunakan hidung pesawat. Investigasi pun dilakukan dan hasilnya: Gulati tidak hanya melakukan kesalahan berbahaya, tapi dia juga mendapatkan lisensi pilot seniornya dengan dokumen palsu.

Setelah itu India melakukan investigasi besar-besaran terhadap para pilot. Surat izin 4.000 pilot diteliti ulang. Hasilnya, beberapa pilot menggunakan dokumen palsu dalam mendapatkan izin terbang.

Sedikitnya 6 orang pilot dari maskapai penerbangan komersial, termasuk Air India, Indigo, dan SpiceJet, ditahan oleh otoritas setempat.

"Kami telah mencabut izin terbang 14 orang pilot yang menerbangkan pesawat penumpang. Semuanya terbukti telah menyerahkan catatan pelatihan palsu," terang Direktur Jenderal Perhubungan Udara E K Bharat Bhusan kepada AFP.

Keempatbelas pilot tersebut diketahui mendapatkan sertifikat atau izin terbangnya dari Sekolah Penerbangan Rajashtan yang ada di wilayah India bagian barat. Pihak otoritas setempat telah memeriksa buku catatan instruktur pada sekolah penerbangan tersebut dan menemukan temuan mengejutkan.

Dari buku catatan tersebut, ditemukan fakta bahwa para pilot yang ditangkap baru menjalani pelatihan penerbangan selama 50-60 jam. Padahal sesuai ketentuan, seorang pilot haruslah menyelesaikan pelatihan penerbangan selama minimal 200 jam untuk bisa mendapatkan izin terbangnya.
Halaman 2 dari 6
(nrl/nrl)


Berita Terkait