Di Palembang hal ini mulai dilakukan tim sukses Ishak Mekki, bakal calon Gubernur Sumsel 2013-2018. Misalnya pada Rabu (26/09/2012) malam, mereka mendatangi sebuah warung kopi di kawasan Pasar Kuto, sambil membawa dua pengamen.
Mendengar lagu dangdut yang dinyanyikan dua pengamen itu, membuat banyak orang berkumpul ke warung kopi itu. Tak lama kemudian mereka diajak timses Ishak Mekki yang minum kopi dan makan nasi goreng gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak meniru Jokowi. Sosialisasi seperti ini sudah beberapa kali kami lakukan, sebelum Jokowi terpilih. Saya dulu menggunakan metode ini saat mencalonkan diri sebagai legislatif, tapi saat itu jarang sekali media massa memberitakannya," kata Muhammad F. Ridho, koordinator tim sosialisasi Ishak Mekki, kepada sejumlah wartawan yang meliput acara tersebut, Rabu (26/09/2012) tengah malam.
Dikatakan Ridho, kemenangan Jokowi bukan semata soal gaya kampanye atau sosialisasinya. "Tapi dia sosok yang unik, sederhana tapi cerdas, yang berbeda dengan para politisi lainnya. Mungkin itu yang menjadi daya tarik warga Jakarta," kata anggota DPRD Sumsel ini.
"Bagi kami apa pun harus dilakukan buat mensosialisasikan balon kami. Silahturahim massa, gaya warung kopi, dialog terbatas, diskusi face to
face, sudah harus dilakukan," kata Chairul S. Matdiah, anggota tim sukses Ishak Mekki lainnya.
(tw/van)











































