69 Jarum dan Paku Diangkat dari Kaki Supiyati

69 Jarum dan Paku Diangkat dari Kaki Supiyati

Muhammad Afifi - detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 02:40 WIB
69 Jarum dan Paku Diangkat dari Kaki Supiyati
Foto: M Afifi/detikcom
Bantul, - Derita Supiyati (25) perempuan yang didalam tubuhnya terdapat sejumlah jarum dan paku sedikit berkurang. Tim medis RS Nurhidayah Bantul yang melakukan tindakan bedah Rabu (26/9/2012) malam berhasil mengangkat 69 benda yang terdiri dari batangan jarum dan paku beragam ukuran.

Dari hasil operasi di kedua kaki warga Harjomulyo, kecamatan Madang Suku, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, ini tim medis mendapati 30 benda yang terdiri 28 jarum dan 2 paku berkarat. Sementara di kaki kanan didapati 34 jarum dan 5 batang paku. Puluhan jarum dan paku itu rata-rata memiliki panjang mulai 3 cm hingga 10 cm.

"Kalau berdasar foto scan memang tidak sebanyak itu. Yang kita angkat itu memang tidak semua terdeteksi karena diantaranya menumpuk dalam satu tempat," kata Sagiran, ketua tim bedah RS Nurhidayah.

Sagiran menyatakan benda-benda itu sudah mengakibatkan infeksi dan memicu pembekakan di jaringan kulit. Meski begitu ia tidak dapat memastikan dari mana jarum dan paku itu bisa masuk ke tubuh Supiyati.

"Terlepas darimana asalnya, dalam dunia kedokteran (penyakit) itu disebut curpus alienum atau masuknya benda asing ke dalam tubuh. Yang pasti jika ditemui kasus semacam ini harus cepat-cepat diangkat agar tidak terjadi infeksi,"terangnya.

Tindakan medis terhadap Supiyati memang baru sebatas di kedua kaki. Sagiran menegaskan operasi pembedahan masih mungkin dilakukan setelah dilakukan foto scan lanjutan.

"Kalau di bagian tubuh yang lain masih ada, ya harus kita bedah lagi. Ini demi kesembuhan dan tidak berakibat fatal," ujarnya.

Supiyati menderita penyakit aneh selepas ia melangsungkan pernikahan dengan Wahyudi tetangga desa di OKU Sumsel. Awalnya ia mengalami pingsan dan setelah itu timbul rasa nyeri di persendian. Beragam pengobatan medis dan alternatif yang ia tempuh di kotanya tak menuai hasil. Akhirnya dua minggu lalu ia pulang ke rumah orangtuanya di desa Seropan kecamatan Dlingo Bantul DIY.

Upaya mencari kesembuhan melalui pengobatan alternatif di Bantul tetap saja nihil. Akhirnya ia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan medis.

(van/van)


Berita Terkait