Medali ini diterima SBY dalam acara di World Leadership Forum yang berlangsung di gedung Price Waterhouse Cooper (PWC), New York, Amerika Serikat, Selasa (26/9/2012). Hadir dalam acara ini para pebisnis, peneliti, dan berbagai orang AS dengan beragam latar belakang.
Penghargaan yang diberikan oleh Foreign Policy Association ini sebagai pengakuan tertinggi atas jasa-jasa dan peran kepemimpinan Presiden SBY dalam memajukan perdamaian dunia serta kemajuan ekonomi global. Medali Foreign Policy Association diberikan kepada para tokoh publik terkemuka yang memperlihatkan pengabdiannya dalam mendorong pemahaman yang lebih baik tentang berbagai isu dalam hubungan internasional dalam rangka memperluas pengetahuan publik tentang isu hubungan dan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah tokoh yang pernah menerima medali serupa adalah Presiden Bill Clinton, Presiden Chile Michelle Bachelet, Presiden Polandia Aleksander Kwaśniewski, Perdana Menteri Spanyol José Maria Aznar, Perdana Menteri Australia Kevin Ruud, Sekretaris Jenderal Council of the European Union & High Representative for Common Foreign and Security Policy Javier Solana dan Presiden Bank Dunia James D. Wolfensohn.
Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Presiden Yudhoyono juga memberikan sambutan kunci pada peluncuran Strategic Review Forum yang diselenggarakan oleh Strategic Review Journal dan Foreign Policy Association. Peluncuran forum ini ditandai oleh diskusi panel dengan tema “Defining the Future: How the Emerging Powers are Reshaping the World”.
Panel diskusi menghadirkan pembicara kunci: George Soros (Ketua dan Pendiri Open Society Institute), Mr. Lakhdar Brahimi (Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Liga Arab untuk Masalah Suriah), Kishore Mahbubani (Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy) dengan moderator Prof. Donald K. Emerson, pakar tentang Indonesia dari Universitas Stanford, AS.
Terkait dengan pemberian medali ini, SBY merasa senang dan menyampaikan terima kasih. Dalam sambutannya, SBY juga menyinggung tentang istilah 'warm peace' (perdamaian yang hangat), yang sebelumnya ia sampaikan dalam pidato di SMU ke-67 PBB.
"Kita sekarang sudah berpindah dari perang dingin ke perdamaian yang hangat," kata SBY. Istilah ini dikemukakan SBY sebagai upaya dalam penyelesaian konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia dan bagaimana melakukan kerja sama di antara bangsa dalam meningkatkan ekonomi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
(asy/van)











































