"Kita juga harus memastikan bahwa ketika kita memberi bantuan dalam menciptakan perdamaian, kita harus tahu apa yang dibutuhkan dan aspirasi pemangku kepentingan di negara itu," jelas SBY dalam pidatonya di forum pertemuan di Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS Rabu (26/9/2012)
Dalam pertemuan itu hadir Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf, Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, PM Australia Julia Gilard, PM Haiti Laurent Lamothe.
SBY juga menyampaikan bahwa dalam membangun perdamaian di suatu negara diperlukan hubungan konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Dan amat sangat diperlukan pemberdayaan perempuan, pemuda, dan kelompak marjinal karena mereka kunci perdamaian.
"Indonesia mendukung penuh langkah PBB dalam membangun perdamaian di negara yang tengah melewati masa konflik," tegas SBY yang dalam pidatonya disambut tepuk tangan peserta.
Dalam kesempatan itu, SBY juga prinsip keadilan, legitimasi politik dan keamanan penting untuk dikedepankan dalam membantu menciptakan perdamaian. Ketidakadilan harus dienyahkan, karena hal itu menciptakan kebencian, konflik, kekerasan dan bahkan perang.
"Keadilan dan pertumbuhan ekonomi adalah penting dalam membangun perdamaian," tutur SBY yang duduk di apit Presiden Liberia Ellen Johnson dan PM Australia Julia Gillard itu.
(ndr/van)











































