Helmy menyambangi Pulau Mbromsi, Selasa (25/9/2012). Pulau ini ditempuh kurang lebih 1,5 jam dari pelabuhan di Kota Biak. Sempat tertunda karena hujan dan awan gelap, kapal milik Basarnas bertolak meninggalkan pelabuhan itu pukul 09.00 WIB.
Pulau Mbromsi terletak di Distrik Amando Padaido atau Padaido Atas. Pemandangannya jangan ditanya lagi. Air lautnya jernih. Pulau ini memiliki terumbu karang yang keindahannya tak kalah dari Raja Ampat.
Di Mbromsi, Helmy bertatap muka dengan ratusan penduduk, yang di antaranya datang dari Pulau Pasi, tetangga Pulau Mbromsi. Ia berdialog dengan warga dan menyerahkan sejumlah bantuan untuk pembangunan puskesmas dan dermaga.
Pada kesempatan itu, ia juga memanggil empat siswa untuk naik ke panggung. Selain ditanya-tanya tentang tingkat belajar dan cita-cita, mereka juga diberi tantangan.
"Ada yang hafal Pancasila nggak? Kalau ada yang hafal nanti saya kasih Rp 200 ribu," tanya Helmy.
Salah satu dari siswa itu, Eric, kelas 2 SMP, langsung menyahut. Murid laki-laki itu rupanya mampu melafalkan kelima butir ideologi NKRI itu dengan lancar.
"Luar biasa," kata Helmy.
Namun, tidak semua siswa-siswi di Papua selancar Eric dalam menjawab cerdas cermat ala Menteri PDT itu. Sehari sebelumnya, Helmy berkunjung ke Distrik Warsa, 2,5 jam perjalanan dari Kota Biak.
Helmy yang suka menguji pengetahuan umum murid-murid di pulau-pulau terpencil maupun pedalaman itu menanyakan hal yang sama kepada beberapa murid SMP-SMA. Namun, meski tak berhasil menjawab, para murid itu tetap menerima hadiah sebesar Rp 100 ribu.
"Luar biasa Indonesia punya Pancasila. Bhineka Tunggal Ika itu adalah kalimat Indah yang harus direnungkan," ucap Helmy.
(irw/rmd)











































