JK Dukung Protokol Antipenistaan Agama Usulan SBY di PBB

JK Dukung Protokol Antipenistaan Agama Usulan SBY di PBB

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 26 Sep 2012 18:33 WIB
JK Dukung Protokol Antipenistaan Agama Usulan SBY di PBB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan Protokol Antipenistaan Agama dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa di New York, Amerika Serikat (AS). Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mendukung usulan tersebut karena konflik agama merupakan konflik terberat untuk diredakan.

"Saya setuju dengan apa yang dilakukan SBY," ujar JK menjawab pertanyaan wartawan saat bertandang ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2012).

JK mengakui konflik yang paling sulit ditangani berasal dalam konflik agama. Bahkan konflik agama dapat melintasi sekat-sekat geografis antarnegara.

"Harus ada aturan crossborder karena seperti apa yang terjadi di Amerika berakibat di mana pun," terangnya.

Tidak hanya agama Islam, tapi juga agama lainnya seperti Kristen dan yang lainnya jika menyangkut masalah agama, maka akan cepat bergejolak. "Kalau masalah suku ya suku itu yang kena," ujarnya.

"Kalau masalah agama meledak di mana-mana dan orang tidak hitung-hitung akibatnya," tambahnya.

Pada Sidang Umum PBB, Presiden SBY dengan lantang menyuarakan konsensus internasional untuk mencegah permusuhan berlatar agama seperti kasus Innocence of Muslims yang menggemparkan dunia. Menurut SBY, kebebasan berekspresi itu tidak mutlak. SBY menekankan mengenai budaya universal saling toleransi dan menghargai keyakinan beragama satu sama lain. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi keragaman budaya dan agama, Indonesia menyerukan saling menghormati dan pengertian di antara orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda-beda.

SBY prihatin bahwa pencemaran nama baik agama itu sampai sekarang masih ada. "Meskipun ada inisiatif dari negara-negara PBB dan juga forum lain, pencemaran nama baik agama terus berlanjut. Kami telah melihat lagi salah satu wajah yang buruk dalam film 'Innocence of Muslims' yang sekarang menyebabkan kegemparan internasional," kata SBY.
Β 

(tfq/nrl)


Berita Terkait