Ketua Komite III DPD Hardi Selamat Hud dan wakilnya Sulistyo serta stafnya datang pertama ke SMA 6, Jl Mahakam, Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012).
Setelah itu mereka berkunjung ke SMA 70 Jakarta, yang hanya berjarak 300-an meter. Di masing-masing sekolah, mereka diterima Kepsek SMA 6 Kadaryati dan Kepsek SMA 70 Saksono Liliek Susanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hardi, imbas adanya tawuran itu, ada oknum yang menginginkan adanya relokasi SMA 6, yang terletak di dekat Blok M Plaza. Namun guru-guru sekolah tersebut menolak.
"Ada oknum yang mendekati pihak SMA 6. Ini harus diselidiki jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak luar," tutur Hardi.
Tawuran antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta pecah di kawasan Bulungan - tak jauh dari Blok M Plaza - pada Senin (24/9). Tawuran ini menyebabkan Alawy, siswa SMA 6 kelas X berusia 15 tahun yang tidak ikut tawuran, tewas akibat kena bacok di bagian dada.
Polisi menyebut pelaku berinisial FT dan telah berusia dewasa serta dua kali tidak naik kelas. Ia juga punya catatan kriminal. Ia pernah dikenai pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan bersama-sama dan pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Akibat insiden ini, Kemendikbud membentuk satgas anti-tawuran.
(nwy/nrl)










































