"Punishment bagi sekolah yang sering terlibat tawuran akan kita lakukan baik dalam konteks pembinaan maupun kemasyarakatan," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X bersama Dinas pendidikan DKI, Kepala Sekolah SMA 6, Kepala Sekolah SMA 70 dan Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa dengan menampilkan jati dirinya dengan menampilkan bahwa sekolahnya tidak termasuk yang terlibat tawuran itu merupakan reward yang dirasakan, dan ini kita jaga terus," kata Taufik.
Soal seberapa tegas reward dan punishment ini diberlakukan, Taufik hanya mengungkapkan bahwa dirinya menjamin tidak ada pendidikan tawuran di sekolah-sekolah Jakarta, yang mengakibatkan pelajar sekolah liar terlibat tawuran.
"Sekali lagi gambaran bahwa bisa dipastikan saya berani menjamin bahwa di sekolah pasti diberikan pendidikan, pembinaan yang kontruktif, edukatif, baik dalam kegiatan intrakulikuler, ekstrakulikuler maupun kegiatan lain tidak akan pernah ada pendidikan yang mengarah pada pendidikan tawuran apalagi menyakiti orang. Itu yang pasti kita jamin," jelasnya.
Apakah punishment itu berupa penurunan akreditasi sekolah? Taufik menyerahkan hal itu pada kemendikbud.
"Saya limpahkan karena akreditasi ini kan dari kementerian. Yang penting di Jakarta ini adalah pendidikan yang dikedepankan untuk memberikan layanan sebaik-baiknya," jawabnya diplomatis.
(bal/rmd)











































