"Kemarin siang pas kita lagi nganterin ibu teman kita meninggal, pas sudah kelar nguburin kita lagi duduk-duduk di pinggir kuburan, tiba-tiba dia ngomong begini 'kapan ya gue dikubur'," ucap Tommy, teman Deny, di kamar jenazah RSCM, Salemba, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Teman-teman Deny yang mendengar itu pun memberi nasihat, sebaiknya pemuda 17 tahun itu tidak usah berpikir yang tidak-tidak. Karena yang paling penting Deny menjalani hidup sebaik-baiknya.
"Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB, pas lagi nongkrong di sekitar rumah dia ngomong begini sama kita 'gimana kalau kita bubar'. Padahal biasanya dia nggak pernah ngomong begitu," ucap Tommy.
Namun takdir bicara lain. Deny tersabet celurit saat terjadi tawuran di Manggarai. Deny jatuh dalam posisi telungkup. Darah pun menggenang di sekelilingnya.
Deny adalah siswa kelas 3 SMA Yake. Deny tinggal di Kampung Bali Matraman, Jakarta Timur. Saat ini pelaku pembacok Deny, AD, telah ditangkap polisi.
(/)











































