PPP: Prabowo Tak Perlu Dijegal, Biarkan Rakyat Memilih

PPP: Prabowo Tak Perlu Dijegal, Biarkan Rakyat Memilih

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2012 17:01 WIB
PPP: Prabowo Tak Perlu Dijegal, Biarkan Rakyat Memilih
reuters
Jakarta - Pencapresan Prabowo Subianto dikabarkan akan dijegal partai koalisi melalui aturan presidential threshold. Namun Sekjen PPP Romahurmuziy menampik hal itu. Tak perlu jegal menjegal, seharusnya rakyat dibiarkan memilih pemimpinnya.

"(Prabowo) untuk apa dijegal, wong yang milih rakyat kok," ujar pria yang akrab disapa Romi itu dalam pesan singkatnya, Rabu (26/9/2012).

Menurut Romi, usai era SBY pada 2014 nanti, Indonesia mengalami krisis kepemimpinan. Maka sudah selayaknya parpol dan DPR membuka peluang seluas-luasnya kepada calon yang tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parpol harus mau menurunkan besaran PT untuk memudahkan pencapresan seorang tokoh.

"Indonesia sekarang lagi krisis pemimpin, 2014 SBY sudah berakhir. Justru parpol harus legowo untuk memudahkan pencalonan, termasuk menurunkan presidential threshold," ujarnya.

Pencapresan Prabowo memang bisa terganjal jika UU Pilpres tidak berubah dengan PT tetap sebesar 20 persen. Gerindra diprediksi akan kesulitan untuk mendapatkan perolehan suara sebesar 20 persen dan imbasnya tidak akan bisa mengajukan capresnya sendiri.

Berdasarkan hasil survei, Prabowo saat ini memang menjadi capres terpopuler. Survei terbaru dari SMRC, Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi unggul dari nama-nama capres lainnya.

Berikut hasil survei SMRC menyangkut Pilpres 2014:

Prabowo 19,1 persen
Megawati 10,1 persen
Aburizal Bakrie 10 persen
Jusuf Kalla 6,5 persen
Dahlan Iskan 5,6 persen
Hidayat Nurwahid 5,2 persen
Sultan HB X 4,9 persen
Hatta Rajasa 3,7 persen
Sutiyoso 3 persen
Wiranto 1,9 persen
Sri Mulyani 1,6 persen
Anas Urbaningrum 1,5 persen
Mahfud MD 1,4 persen
Djoko Suyanto 1,1 persen
Surya Paloh 1,1 persen

(trq/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads