Desa-desa itu berada di Kecamatan Barus, Tapteng. Antara lain Desa Pasar Tarandam, Pasar Batu Gerigis, Kinali, dan Desa Ujung Batu. Hingga Rabu (26/9/2012), siang air belum surut.
Camat Barus Herman Suwito menyatakan, setidaknya ada 800 keluarga yang terkena efek banjir ini. Sebagian di antaranya terpaksa mengungsi.
"Ada beberapa tempat pengungsian yang kita disiapkan, termasuk di Kantor Camat," kata Herman Suwito kepada wartawan melalui telepon.
Salah seorang warga M. Rambe menyatakan, air mulai masuk ke rumah warga pada Selasa (25/9/2012) malam. Air bersumber dari luapan sungai Aek Sirahar.
"Hujan deras sejak malam sampai pagi tadi baru berhenti," kata Rambe.
Akibatnya rumah warga yang berada di sekitar sungai mulai dimasuki air. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 1,5 meter.
Selain di Kecamatan Barus, banjir dari luapan air sungai ini juga melanda Kecamatan Kolang. Air bahkan merendam jalan lintas yang menghubungkan Barus dengan Pandan, ibukota Tapteng. Belum diperoleh informasi berapa rumah yang terkena banjir ini.
(rul/trw)











































