Yang menemukan snack basi itu adalah tim pengawas katering. Snack berupa roti itu telah ada jamur. Petugas pengawas katering tidak bisa melihat langsung isi snack karena terbungkus kertas plastik rapat.
"Jamur tidak bisa dilihat dari luar, karena bungkusnya bukan plastik transparan, sehingga tidak banyak jamaah yang mengetahui," ungkap Pengawas Katering Sartoyo di Kantor Misi Haji Indonesia Daker Madinah, Rabu (26/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya minta agar semua roti ditarik dan dikembalikan ke penyedia layanan katering," kata Sartoyo.
Karena lebih dulu diketahui, lanjut dia, belum ada satupun roti yang dikonsumsi jamaah. Jamaah tetap mendapatkan makanan kecil sebagai pengganti.
"Soal makanan kadaluwarsa itu kan tanggung jawab penyedia katering. Mereka wajib memberikan ganti," katanya.
Selain masalah makanan kecil yang kadaluwarsa, berdasarkan penelusuran wartawan di sejumlah pondokan, ditemukan pula pondokan yang tidak tersedia air minum. Suplai air minum adalah tanggung jawab penyedia katering, bukan hotel atau pondokan. Akibatnya, jamaah yang menginap di Golden Al Rawasi Hotel sempat mengeluh. Padahal hotel 6 lantai itu dihuni sekitar 1.140 jamaah.
(bgk/trw)











































