Fahmi dan Marzuki Galang Kekuatan di Jateng
Senin, 06 Sep 2004 20:11 WIB
Semarang - Mendapat tekanan dari Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung tak membuat Fahmi Idris dan Marzuki Darusman gentar. Bahkan mereka mengkonsolasikan diri di tingkat daerah. Kedua pentolan Partai Golkar di bawah panji Tim 25 akan mengumpulkan seluruh DPD II, Penasehat, dan organisasi sayap Partai Golkar se-Jateng."Acara itu akan kami adakan besok di Hotel Patra Jasa Semarang jam 10.00 WIB. Fahmi Idris dan Marzuki Darusman dipastikan hadir," kata salah satu anggota Tim 25, Firman Subagyo kepada wartawan di Hotel Grand Candi Semarang, Jl Sisingamangaraja, Senin (6/9/2004) petang.Dikatakan Firman, kehadiran Fahmi dan Marzuki berkaitan dengan pendeklarasian Forum Silaturahmi Pembaharuan Partai Golkar beberapa waktu lalu di Jakarta. Dalam acara itu, keduanya akan menyampaikan hasil-hasil deklarasi yang menyatakan bahwa penyelamatan terhadap partai harus segera dilakukan dan juga penolakan dukungan terhadap Mega.Ketika ditanya alasannya, Firman menjelaskan belakangan ini partainya mulai berwajah otoriter. Banyak manipulasi terjadi di lingkaran partai. Mekanisme demokratis yang digembar-gemborkan sebagian besar pengurus DPP hanyalah lip service. Seperti misalnya Konvensi Capres, Rapimnas, atau yang lain."Yang tidak habis dimengerti adalah dukungan partai kepada Mega. Dulu kita pernah bermusuhan dengan partai berlambang Banteng itu. Tapi mengapa kita bisa dengan mudah berkoalisi dengan mereka. Pasti ada sesuatu," duga Firman.Firman yang juga anggota Bappilu Pusat ini mengatakan manipulasi yang paling nyata dilakukan adalah pembelokan suara bawah dalam pilpres putaran kedua mendatang. Menurut Firman, kalau mau jujur sangat sedikit sekali suara bawah yang mendukung Mega-Hasyim. Tapi para pimpinan membelokkannya.Di Jateng, ia mencontohkan, 23 DPD II menyatakan netralitasnya. Tapi pada saat Rapimnas Ketua Umum DPD I Jateng menyatakan sikap dukungan terhadap Mega. Di daerah lain juga begitu. Tak ada yang berani mengungkapkan fakta seperti karena ada ancaman recall.Meski terlihat kecewa dengan berbagai keputusan partai, Firman terkesan malu-malu untuk menyatakan dukungan kepada Kalla atau SBY. Pria yang juga Ketua Pokja KUKM (Koperasi Usaha Kecil Menengah) ini mengatakan tanpa harus diarahkan konstituen Golkar tentu saja mengarah ke sana."Dalam pertemuan nanti kami tak akan mengarahkannya dukung ini itu. Target kami bukan itu. Tapi kami juga tidak melarang kalau mereka mau mendukung ini itu. Asal itu disepakati mayoritas," tandasnya.
(mar/)











































