"Yang bisa dilakukan adalah memperbanyak aktifitas intra kulikuler dan ekstra kulikuler yang sifatnya membangun karakter. Itu yang harus dikembangkan sebagai jalan keluar," kata Taufik, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Menurut dia, perlu dibangun situasi antar pelajar untuk saling menghargai, toleran dan berkompetisi melalui cara-cara yang sehat.
"Bukan hanya jumlah kegiatan ekstrakulikulernya tapi juga kualitasnya. Intinya pengelolaan berbasis sekolah, kita lihat pemetaan berapa jumlah ekskul berapa yang ikut dan bagaimana kualitas partisipasinya aktif atau pasif," tuturnya.
Soal relokasi sebagai salah satu usulan jalan keluar, kata Taufik, hal itu bukan jawaban yang tepat.
"Jakarta ini pusat bisnis dan pusat pemerintahan, maka dengan berbagai sarana publik yang ada, sekolah di Jakarta menjadi ciri khas bahwa pendidikan bisa terpadu dalam ruang lingkup area publik. Tentu wajar kalau ada sekolah dekat perdagangan. Jadi relokasi bukan merupakan jawaban yang tepat karena relokasi kemana pun akan dekat dengan sekolah dan sarana lain," ungkapnya.
"Tetapi yang pasti solusi ini harus melihat bukan hanya satu faktor tunggal tapi harus diselesaikan secara menyeluruh," imbuhnya.
(bal/aan)











































