Kuis Mega Rp 14,1 Miliar Melibatkan Kementerian BUMN?
Senin, 06 Sep 2004 19:05 WIB
Jakarta - Kuis Mega Rp 1,41 miliar diduga melibatkan Kementerian BUMN. Dugaan ini karena semua sponsornya adalah BUMN. Akibatnya, Meneg Laksamana Sukardi sempat didemo oleh mahasiswa ITB beberapa waktu lalu. Dilihat sekilas, sayembara bertajuk 'Indonesia Sukses' ini memang lebih menonjolkan keberhasilan pemerintahan Megawati. Siapa yang ingin memenangkan sayembara, terpaksa harus membaca data-data yang diungkapkan oleh Yayasan Investigasi Mediasi dan Monitoring (IMM), si penyelenggara. Yang berminat mengikuti sayembara ini, diwajibkan menjawab pertanyaan mengenai keberhasilan pemerintahan Megawati terkait dengan pemaparan yang disampaikan IMM itu. Karena isinya 'membusa-busa' mengenai keberhasilan Megawati, wajar saja bila kemudian ada yang melihat hal ini sebagai kampanye terselubung. Nah, isu pun muncul sayembara ini terkait dengan peran Laksamana Sukardi, politisi PDIP yang kini menjabat Meneg BUMN. Benarkah? Panwaslu Pusat sendiri sudah berniat akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan hal ini untuk membuktikan benar tidaknya ada kampanye terselubung. Sementara itu, Direktur Yayasan IMM Ignas Iryanto menyatakan, tudingan kuis Indonesia Sukses Mega Fakta berhadiah Rp 14,1 miliar tidak ada hubungannya dengan Laksamana Sukardi. Meskipun diakuinya kuis berhadiah tabungan pendidikan itu didukung seluruhnya oleh sejumlah BUMN."Kuis ini tidak ada hubungannya dengan Laksamana Sukardi. Saya juga tidak begitu mengenal dia. Kalau pun kuis ini didukung oleh sejumlah BUMN, karena kebetulan mereka yang punya respon terhadap proposal yang kita ajukan," kata Ignas Iryanto saat kepada TV7 dan detikcom di kantor Yayasan IMM, Jalan Tangkas Baru, Jakarta, Senin (6/9/2004).Sementara Vice President Humas PT Indosat, Andir Tambunan menegaskan, keputusan perusahaannya untuk membantu Yayasan IMM murni kegiatan profesional. "Tidak ada permintaan dari Kementerian BUMN. Ini murni kegiatan profesional saja," kata Andir. Ignas mengaku, hingga kini lembaga yang digelutinya belum melibatkan pihak swasta dalam mengelola kuis Indonesia Sukses. "Saat ini kita juga tengah menjajaki dengan pihak swasta. Tapi dengan mereka (swasta-red), kita baru sebatas lewat telpon saja dulu," kata Ignas menjawab pertanyaan kenapa kuis yang dikelolanya hanya melibatkan pihak BUMN sebagai pendukungnya. Kuis yang dikelolanya, diakuinya, memang memiliki cost yang cukup tinggi, terutama untuk hadiah yang besarnya mencapai Rp 14,1 miliar. "Tapi hadiah itu bukan dalam bentuk cash. Tapi dalam bentuk tabungan pendidikan yang pendanannya didukung oleh tiga bank pemerintah, yakni BNI, Bank Mandiri dan BTN," katanya.Ditanya kenapa hanya memaparkan sisi keberhasilan pemerintahan Megawati dalam kuis tersebut, padahal ada faktor lain yang juga pemerintah merupakan kelemahan Megawati?. Ignas menyatakan, selama ini media telah mengungkapkan kelemahan-kelemahan tersebut seperti penegakan hukum, tingginya angka pengangguran sehingga membuat bangsa ini pesimis. "Kami ingin bangsa ini optimis, makanya kita mengungkapkan hal-hal yang positif dari pemerintahan sekarang ini. Selama ini media tidak pernah mengangkat keberhasilan pemerintahan. Ini yang tidak fair, makanya dalam kuis itu kita mengungkapkan sisi positifnya tadi," katanya.
(mar/)











































