KPAI: Alumni Turut Berperan Memutus Tawuran Pelajar

KPAI: Alumni Turut Berperan Memutus Tawuran Pelajar

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2012 09:31 WIB
KPAI: Alumni Turut Berperan Memutus Tawuran Pelajar
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Alawy Yusianto Putra tewas imbas tawuran yang melibatkan pelajar SMA 6 dan SMA 70 Jakarta. Jatuhnya korban tewas karena tawuran bukan kali ini saja terjadi. Untuk memutus mata rantai kekerasan pelajar, alumni juga turut berperan.

"Dalam kasus tawuran SMA 6 dan SMA 70, peran alumni sangat menentukan untuk bisa mencegah dan memutus mata rantai kekerasan, atau justru melanggengkan kekerasaan tersebut," ujar Wakil Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/9/2012).

Pada 20 September 2011 lalu saat pecah tawuran antara siswa SMA 6 dengan wartawan, KPAI sempat melakukan intervensi kasus, termasuk dengan alumni. Lalu terciptalah komitmen untuk menjadikan SMA 6 sebagai sekolah ramah anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upaya tersebut sedang berlangsung, sampai kemudian terjadi peristiwa memilukan ini. Peran alumni sangat penting untuk mencegah dan memutus transmisi kekerasan siswa," tutur Ni'am.

Menurutnya dengan memutus mata rantai kekerasan, maka akan memutus jejak permusuhan dan dendam keturunan. Dengan demikian maka dapat menghilangkan seluruh identitas kultural yang dapat membangkitkan solidaritas grup yang sempit dan dapat memantik terjadinya kebencian dan permusuhan kedua belah pihak.

"Sebagai langkah awal, bisa dengan mengubah nama sekolah untuk menghilangkan dendam laten. Misalnya jadi SMA 706, agar identitas dan kebanggaan kelompok yang disalurkan secara salah tersebut terputus. Ini langkah awal untuk memutus mata rantai kekerasan dan dendam warisan tersebut," paparnya.

Ni'am menegaskan perlu langkah-langkah strategis dan luar biasa dalam penanganan kasus tawuran siswa sekolah. Sehingga kebijakan penyelesaiannya tidak reaktif dan artifisial yang terkesan tambal sulam dan saling lempar tanggung jawab.

Alawy yang merupakan SMA 6 Jakarta berusia 15 tahun itu tewas setelah terkena bacok di dada kala tawuran pelajar SMA 6 dan SMA 70 terjadi. Alawy merupakan siswa kelas X. Menurut saksi mata, ketika tawuran pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/9), Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Melihat ada tawuran, Alawy lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.

Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.

Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.

(vit/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads